BPJS Ketenagakerjaan Belum Tentukan Kenaikan Iuran Dana Pensiun
Ilustrasi (Foto: BPJS Ketenagakerjaan)
Jakarta: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan masih mengkaji ulang rencana kenaikan iuran dana pensiun pada 2018. Pasalnya, lembaga tersebut memprioritaskan jumlah kepesertaan dan tingkat kepatuhan masyarakat dalam mengikuti Program Jaminan Sosial.

"Kami ini kan badan penyelenggara jaminan sosial. Bagi kami yang paling peting adalah memberikan perlindungan sehingga iuran iuran itu memang bukan fokus kami, tapi yang paling penting bagaimana diikutsertakan," ucap Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan E Ilyas Lubis, saat ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis, 15 Februari 2018.

Menurut Ilyas cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di penghujung 2017 yang lalu mencapai 44,99 juta pekerja dengan 26,24 juta pekerja yang aktif bekerja. Angka tersebut belum mencapai target yang ditetapkan sehingga BPJS Ketenagakerjaan fokus untuk memperluas  kepesertaan.


Sumber: BPJS Ketenagakerjaan

Meski demikian, tak semua peserta patuh membayarkan iuran dana pensiun sebagaimana yang ditetapkan. Kebanyakan perusahaan hanya mendaftarkan pekerjanya tapi tidak rutin menyetorkan iuran.

"Memang untuk ikut serta di kita itu dua, daftar dan membayar. Nah ini jadi kami mencoba bagaimana yang sudah didaftarkan perusahaan itu segera dibayar supaya perlindungannya jalan," tutur dia.


Sumber: BPJS Ketenagakerjaan

Ilyas mengimbau perusahaan aktif atau berbadan resmi segera mengikuti program jaminan sosial dan mematuhi pembayaran iuran dana pensiun. Apabila melakukan penunggakan melebihi waktu yang ditetapkan maka perusahaan bersangkutan akan memperoleh sanksi dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

"Seperti sanksi administratif, pertama surat peringatan pertama kedua dan dens iuran, dan administratif terberat adalah kami sebagai BPJS melaporkan kepada otoritas untuk menghentikan pelayanan publik tertentu bagi pelanggar itu," pungkas dia.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id