Ilustrasi. (Foto: Antara/Ismar).
Ilustrasi. (Foto: Antara/Ismar).

Industri Keuangan Syariah Diharapkan Dorong Inklusi di Indonesia

Ekonomi inklusi keuangan keuangan syariah
Angga Bratadharma • 30 April 2018 18:41
Jakarta: Seiring dengan pertumbuhan dalam industri keuangan, industri keuangan syariah menjadi salah satu produk yang eksklusif yang terus berkembang di Indonesia. Indonesia saat ini memiliki 87 persen penduduk beragama Islam dan menjadi negara muslim terbesar di dunia.
 
CEO Warta Ekonomi Muhamad Ihsan mengatakan sejalan dengan perkembangan industri keuangan syariah, jumlah lembaga syariah menjadi semakin meningkat. Berbagai produk syariah pun semakin inovatif diiringi kualitas layanan yang terus membaik yang mendorong kinerja keuangan industri keuangan syariah.
 
Pertumbuhan industri keuangan syariah, lanjutnya, diharapkan memberikan kontribusi positif dalam mendukung pertumbuhan industri keuangan serta inklusi keuangan di Indonesia. Inklusi ini khususnya untuk masyarakat yang menginginkan layanan keuangan yang memenuhi prinsip syariah pada berbagai level.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mulai dari usaha korporasi hingga masyarakat kecil yang belum terjangkau dengan layanan keuangan konvensional maupun syariah," ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin, 30 April 2018.
 
Pada titik ini, ia menilai, tidak ada salahnya memberikan apresiasi kepada industri jasa keuangan syariah di Tanah Air dalam mendukung perkembangan inklusi maupun literasi industri keuangan syariah di Indonesia.
 
"Kami memberikan apresiasi kepada perusahaan di industri keuangan syariah melalui Indonesia Sharia Finance Award 2018," tukasnya.
 
Apresiasi diberikan kepada perusahaan-perusahaan syariah terbaik karena pilihan konsumen. Riset syariah dilakukan oleh melalui serangkaian tahapan kegiatan riset yaitu studi data sekunder dan survei konsumen. Studi pendahuluan dilakukan dengan desk research menggunakan data sekunder berupa publikasi internal dan kinerja masing-masing lembaga Syariah.
 
"Tahap kedua, kami melakukan riset konsumen menggunakan survei konsumen melalui aplikasi survei secara mobile jajak pendapat," ungkapnya.
 
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) menilai sebagai negara dengan jumlah penduduk beragama Islam terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.
 
"Perkembangan terkini menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi pasar ketimbang menjadi pemain besar industri syariah dunia," ujar Deputi Gubernur BI Sugeng.
 
Menurutnya ekonomi dan keuangan syariah apabila dioptimalkan pengembangannya akan membantu memperkuat tidak hanya neraca pembayaran namun juga struktur ekonomi Indonesia secara menyeluruh.
 
"Untuk mewujudkan potensi besar tersebut, kami memandang implementasi strategi nasional ekonomi dan keuangan syariah menjadi sangat penting. Dalam kaitan tersebut, BI bekerja sama dan berkoordinasi dengan otoritas terkait turut mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah melalui tiga strategi utama," jelas dia.
 
Adapun tiga strategi utama tersebut yakni pemberdayaan ekonomi syariah, pendalaman pasar keuangan syariah, dan penguatan riset, asesmen, serta edukasi ekonomi dan keuangan syariah.
 
Di sisi lain, tamhahnya, berbagai kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia juga diperkuat dengan sinergi kebijakan dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. Koordinasi ditempuh melalui berbagai forum antara lain Tim Koordinasi Pemantauan dan Pengendalian Inflasi baik tingkat pusat maupun daerah dan Rapat Koordinasi Bank Indonesia-Pemerintah Pusat/Daerah.
 
"Koordinasi dalam kerangka mendorong berlanjutnya reformasi struktural antara lain ditempuh melalui satuan tugas pelaksanaan paket kebijakan ekonomi (PKE), khususnya pada kelompok kerja (Pokja) III yang membidangi evaluasi dan analisis dampak kebijakan ekonomi," pungkas dia.
 

 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif