Kebijakan GSP Amerika tak Berpengaruh ke Perikanan Indonesia

Kautsar Widya Prabowo 11 Juli 2018 19:38 WIB
Perang dagang
Kebijakan GSP Amerika tak Berpengaruh ke Perikanan Indonesia
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (Foto: Medcom.id/Kautsar).
Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menilai rencana kebijakan pemerintah Amerika Serikat melalui United States Trade Representative (USTR) untuk mengkaji 3.574 lini tarif asal Indonesia yang menerima Generalized System of Preferences (GSP) atau bebas bea masuk, tidak berimbas pada sektor perikanan.

Menteri KKP Susi Pudjiastuti menjelaskan pemerintah Indonesia sudah mendapatkan insentif nol persen dari AS sejak 29 Juli 2015. Hal tersebut ditengarai karena kegigihan Indonesia memberantas illegal fishing.

"Karena kita konsisten memerangi illegal fishing, mereka (AS) kasih hadiah ke kita jadi nol persen. Jadi untuk saya tidak boleh disamakan dengan GSP," ujarnya usai melakukan rapat koordinasi di Kementerian Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Juli 2018.

Ia menambahkan sebelum dikenakan insentif oleh AS, produk perikanan Indonesia dikenakan tarif 25-26 persen. Sehingga diyakini AS tidak akan mengembalikan tarif tersebut untuk Indonesia.

"Insentif yang kita dapat itu dari kerja. Jadi pemerintah kita berhasil menyakinkan pemerintah Amerika, masa mau dicabut lagi," tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan hasil kerja keras Indonesia dalam memerangi illegal fishing dirasakan manfaatnya tidak hanya untuk dalam negeri, melainkan akan berdampak luas untuk kelestarian ekosistem laut. Dirinya pun optimistis GPS tidak berpengaruh pada sektor perikanan.

"Optimistis lah, nanti reward kita perangi illegal fishing, bukan untuk kita, tapi untuk dunia juga," pungkasnya.

 



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360