Digital Ekonomi Berpotensi Naikkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kautsar Widya Prabowo 29 Mei 2018 12:18 WIB
pertumbuhan ekonomiekonomi digital
Digital Ekonomi Berpotensi Naikkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Waluyo. (FOTO: Medcom.id/Kautsar)
Jakarta: Perkembangan ekonomi Indonesia dinilai masih berjalan lambat, terlihat pertumbuhan ekonomi pada kuartal satu berjalan 5,06 persen. Salah satu hal yang dapat menopang laju pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah dengan investasi terutama dalam ekonomi digital.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Waluyo menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat terbantu dengan digital ekonomi Indonesia, namun saat ini kontribusinya masih lebih rendah.

"Ekonomi digital masih sekitar USD6,8 miliar yang dikategorikan relatif rendah dibandingkan dengan Tiongkok," ujarnya dalam acara kajian Ramdan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta, Selasa, 29 Mei 2018.

Ia menambahkan perbankan saat ini telah ikut mengaplikasikan digital ekonomi, sehingga menjadikan proses perbankan lebih efisien. "Kegiatan perbankan melalui ekonomi digital meningkat besar," tambahnya.

Oleh sebab itu, BI selaku bank sentral mendukung mendukung adanya ekonomi digital, seperti pada kredit peer to peer landing di mana adanya pinjaman secara online. "Tapi harus dapat menjaga privasi konsumen," tuturnya.

BI menegaskan untuk persoalan pembayaran digital ditegaskan untuk pelarangan pengunaan untuk dijadikan alat pembayaran. Lantaran tidak ada pihak yang tidak bisa dimintai pertanggungjawaban ketika ada persoalan.

"Cryptocurrency, bitcoin adalah salah satu mata uang yang diciptakan teknologi barat cryptocurrency tidak dikeluarkan oleh BI," tuturnya.

Dia berharap dengan adanya digital ekonomi dapat menumbuhkan pertumbuhan konsumsi dapat meningkat. "Digital ekonomi memperlancar pertumbuhan konsumsi dan produk," tutupnya.

 



(AHL)