Direktur Eksekutif Core Mohammad Faisal. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Direktur Eksekutif Core Mohammad Faisal. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Core: Ada Pergeseran Bisnis Ritel

Ekonomi ritel
Annisa ayu artanti • 30 Juli 2019 19:40
Jakarta: Center of Reform on Economics (Core) menilai kinerja penjualan ritel nasional masih stabil, kendati telah terjadi pergeseran dari ritel modern besar ke ritel kecil.
 
Direktur Eksekutif Core Mohammad Faisal menyampaikan terjadinya perpindahan model bisnis tersebut dikarenakan persaingan antara retailer dan perubahan preferensi pola konsumsi masyarakat.
 
"Pergeseran dari ritel besar kepada ritel kecil ini dipengaruhi oleh pergeseran konsumsi masyarakat," kata Faisal dalam sebuah diskusi di kawasan Sarinah, Jakarta, Selasa, 30 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan data Core pada kuartal I-2019, pertumbuhan pendapatan perusahaan ritel kecil lebih cepat dibandingkan ritel besar.
 
Alfamart dan Alfamidi contohnya. Dua perusahaan ritel tersebut mencatat pertumbuhan pendapatan pada kuartal I-2019 masing-masing sebesar 13,9 persen dan 12,7 persen. Padahal pada kuartal I-2018 hanya mencatat pertumbuhan pendapatan 6,6 persen dan 8,7 persen.
 
Sementara Indomaret, pertumbuhan pendapatan pada kuartal I-2018 mencapai 162 persen. Lalu pada kuartal I-2019 baru mencapai 57 persen.
 
"Indomaret itu melambat (kuartal I-2019), tapi selambat-lambatnya masih 57 persen. Ini banyak terjadi bukan karena persaingan, tapi karena perubahan pola konsumsi," tutur dia.
 
Lebih lanjut, kata Faisal, peritel besar seperti Mitra Adiperkasa, Matahari, Hero, dan Ramayana pertumbuhan pendapatannya tercatat lambat. Bahkan beberapa justru negatif dari capaian tahun lalu.
 
Dalam catatannya, pertumbuhan pendapatan Mitra Adiperkasa merosot dari 19,3 persen pada kuartal I-2018 menjadi 8,4 persen di kuartal I-2019.
 
Kemudian Matahari, departement store pertama di Indonesia ini mencatat pertumbuhan pendapatan pada kuartal I-2018 sebesar 5,9 persen. Kemudian pada kuartal I-2019 negatif 1,7 persen.
 
Ramayana pun demikian, pada kuartal I-2018 pertumbuhan pendapatan perusahaan sebesar 2,6 persen. Tetapi pada kuartal I-2019 minus 0,4 persen. Hero Supermarket juga mencatat pertumbuhan pendapatan tidak besar, yakni dari minus 2,1 persen di kuartal I-2018 menjadi 0,5 persen pada kuartal I-2019.
 
"Jadi semuanya ada yang naik dan ada yang turun seperti ritel besar Matahari dan Ramayana," tukas dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif