Rakernas DPP Partai NasDem. Foto: Medcom.id/ Ilham Pratama Putra.
Rakernas DPP Partai NasDem. Foto: Medcom.id/ Ilham Pratama Putra.

NasDem Nilai Ketersediaan Pangan Nasional Perlu Ditingkatkan

Ekonomi kedaulatan pangan ketahanan pangan
Ilham Pratama Putra • 04 Oktober 2019 22:11
Jakarta: Ketua DPP Partai Nasional Demokrat Syahrul Yasin Limpo, menyoroti masalah pertanian yang menurutnya tengah begejolak. Terlebih, dirinya merasa konsep ketersedian pangan, khususnya beras perlu dimatangkan.
 
"Kita masih merasa pertanian khususnya pangan, khusus beras bisa saja bergejolak besok, kalau kita tidak mampu mengantisipasi dan mempersiapkan konsep yang lebih kuat," kata Syahrul di Akademi Bela Negara (ABN), Jakarta Selatan, Jumat 4 Oktober 2019.
 
Antisipasi yang dilakukan untuk pasokan pangan perlu ditingkatkan. Sebab, lonjakan jumlah penduduk setiap tahunnya terus bertambah.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kemampuan menyiapkan beras misalnya sudah mampu dilakukan tapi kalau ada gejolak alam, hal-hal yang diluar dugaan ini bisa dilakukan, oleh karena itu mungkin ini yang harus terus kita tingkatkan," jelasnya.
 
Menurutnya, pertumbuhan kelahiran di Indonesia mampu mencapai 1,3 hingga 1,5 jiwa setiap tahunnya. Dari sanalah dia beranggapan penanganan pertanian terus digenjot guna langkah antisipasi.
 
"Kalau begitu harus siap upaya-upaya tidak seperti sekarang. Tapi, harus 5 sampai 6 kali lipat dari itu. Itu yang namanya antisipasi. Tidak pernah apa yang saat ini kurang atau salah, kalau sekarang sudah bagus tapi besok harus kita persiapkan yang lebih kuat lebih cepat untuk antisipasi segala tantangan yang ada," ungkapnya.
 
Menurutnya, agar antisipasi pangan lebih maksimal, seluruh pihak harus melihat tingkat produksi di tanah air. Kondisi pasar yang terkadang berubah secara dramatis juga tak boleh luput dari perhatian.
 
"Memang selama ini kita bicara soal produksi. Kita tak bicara tentang pasar sehingga itu yang kadang-kadang membuat gejolak, pada saat panen harganya bisa turun. Oleh karena itu besok antisipasi produksi dan pasar harus bisa dilakukan," jelas Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu.
 

(EKO)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif