Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL). Foto : Kementan.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL). Foto : Kementan.

Mentan SYL Dorong Ekspor dengan Penguatan Cluster

Ekonomi pertanian
Ilham wibowo • 02 Desember 2019 15:25
Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) memerintahkan semua jajaran kementeriannya untuk membangun dan mengembangkan potensi pertanian di seluruh indonesia dengan sistem cluster. Strategi ini dinilai mampu menambah daya gedor ekspor yang jauh lebih besar.
 
"Hari ini saya perintahkan kepada Sekjen dan jajaran di Kementan untuk memperkuat sistem cluster di 34 provinsi. Kita punya potensi ubi kayu dan tanaman obat obatan, jadi harus didukung data yang lebih kuat. Untuk itu kita juga harus melakukan koneksi dan mixing aturan program," kata Syahrul melalui keterangan tertulisnya, Senin, 2 Desember 2019.
 
Pemerintah juga membuka lebar masukan dan saran dari para eksportir yang berkaitan dengan penguatan sistem cluster ini. Dengan begitu, percepatan dan penguatan ekspor pertanian yang diharapakan bisa terlaksana dengan baik.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau kita kompak dan tahu mau kemana arahnya, maka ending-nya juga akan jelas. Saya berharap kita tidak lagi bertemu dalam bentuk formal, tetapi kita bertemu di lapangan," ungkapnya.
 
Menurut Syahrul, eksportir sebagai pionir ekspor sangat dibutuhkan dalam mewujudkan kebangkitan pertanian. Peran mereka juga diharapkan bisa membawa produk pertanian mendunia dan diterima di pasar internasional.
 
"Jika tidak mampu melakukan koneksi maka itu adalah kegagalan, yang paling penting bagi kita adalah negara dan rakyat. Toh Negara sebesar Tiongkok saja butuh kita, sekarang saatnya kita masuk dalam upaya-upaya nyata," ucap mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini.
 
Syahrul menekankan Indonesia merupakan negara besar yang memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa. Potensi ini bisa dioptimalkan dengan baik melalui kemampuan bertani secara modern dan berbasis teknologi.
 
"Di luar negeri butuh jahe merah, kita bisa mengekspor dengan koneksi tau saya memiliki koneksi tetapi saya tidak punya lahan. Jadi saya kira semua harus selaras dan mau bergerak bersama, petani dan eksportir juga harus berjalan seimbang," tuturnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif