Ilustrasi fintech. Foto : MI/Arya Manggala.
Ilustrasi fintech. Foto : MI/Arya Manggala.

Penyaluran Pinjaman Fintech Lending Ditargetkan Rp75 Triliun pada 2020

Ekonomi fintech
Desi Angriani • 14 Januari 2020 20:13
Jakarta: Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menargetkan penyaluran fintech peer to peer (P2P) lending tahun ini sebesar Rp75 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dari penyaluran pinjaman tahun lalu yang mencapai Rp50 triliun.
 
"Tahun ini diasumsikan kenaikan 50 persen. Jadi tahun ini seharusnya Rp75 triliun," kata Ketua Harian AFPI Kuseryansyah ditemui di Sekretariat AFPI, Gedung Centenial Tower, Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020.
 
Menurutnya target tersebut cukup konservatif lantaran membidik kenaikan penyaluran pinjaman hanya 50 persen dari tahun lalu. Ia menetapkan target tersebut berdasarkan potensi dan risiko industri fintech nasional ke depan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita melihat potensi bahwa kita juga harus menjaga risiko, risk management dari industri ini. Banyak masih praktik fintech illegal," ungkapnya.
 
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) Ronald Yusuf Wijaya mengatakan penyaluran pinjaman fintech syariah sudah mencapai Rp1 triliun. Angka tersebut naik signifikan dibandingkan 2018 yang hanya Rp60 miliar.
 
"Kalau dihitung dari semua fintech syariah, tidak semua dari P2P (Peer to Peer), tapi ada juga yang lain, quick count kami hampir Rp 1 triliun selama 2019,” imbuh dia.
 
Ronald pun memproyeksikan pertumbuhan penyaluran pinjaman fintech syariah tahun ini dua kali lipat dari sebelumnya atau Rp3 triliun.
 
"Targetnya bisa dua sampai tiga kali lipat," imbuh dia.
 
Sedikitnya, terdapat 120 fintech syariah dalam keanggotaan AFSI. Sementara fintech khusus pinjaman online atau peer to peer (P2P) lending berbasis syariah yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru berjumlah 12 fintech.
 
Berdasarkan data OJK hingga Oktober 2019, total penyaluran pinjaman dari Fintech Lending mencapai Rp68 triliun, meningkat 200 persen dari posisi Oktober tahun lalu. Rekening lender (pemberi pinjaman) juga meningkat 178,62 persen menjadi 578.158 entitas. Begitu juga rekening borrower (peminjam) bertambah 266,71 persen menjadi 15.986.723 entitas.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif