Pemerintah diminta permudah regulasi di industri hasil tembakau. Foto dokumentasi.
Pemerintah diminta permudah regulasi di industri hasil tembakau. Foto dokumentasi.

Pemerintah Diminta Permudah Regulasi di Industri Hasil Tembakau

Ekonomi tembakau
Eko Nordiansyah • 18 Januari 2020 02:14
Jakarta: Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Danang Girindrawardana mengungkapkan pemerintah perlu mendorong peningkatan kemitraan terkait pengembangan petani tembakau di dalam negeri. Persoalan industri hasil tembakau terkait kemitraan harusnya didorong oleh kemudahan regulasi.
 
"Peta jalan mau ke mana terkait dengan tembakau, ini pertanyaan kami. Beberapa proses penyusunan kebijakan di sektor lain menganut pola mirip terjadi di IHT. Ketika produk perkebunan memiliki kotribusi besar pada PDB maka banyak regulasi muncul di situ, kalau tidak berkontribusi besar tidak ada regulasi di situ," kata Danangdi Jakarta, Jumat, 17 Januari 2020.
 
Dari hasil survei Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) dengan Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB), petani yang bergabung dalam kemitraan memiliki pendapatan yang lebih tinggi dibanding nonmitra. Penelitian ini juga nerekomendasikan bentuk kemitraan yang ada kepada pemerintah.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Salah satu tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali lebih dalam mengenai skema kemitraan serta menuai pelajaran dari keberhasilan tersebut untuk kami rumuskan sebagai rekomendasi skema kemitraan kepada pemerintah," ujar Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB Nunung Nuryartono.
 
Dalam penelitiannya, IPB merekomendasikan terkait kriteria kemitraan yang berkelanjutan (sustainability) dengan syarat. Pertama hak dan kewajiban dilakukan sesuai dengan kesepakatan, kedua transparansi dalam penetapan harga produk yang dikaitkan dengan kualitas, ketiga loyalitas petani mitra (inti dan plasma) dalam memasarkan produk ke perusahaan mitra, keempat saling percaya antara sesama pelaku kemitraan.
 
Hal lain yang perlu diperhatikan ialah hasil analisis usaha tani yang menunjukkan kemitraan memengaruhi secara positif produktivitas petani mitra. Sehingga kemitraan harus didorong untuk meningkatkan pertanian tembakau agar nantinya stabilitas harga tembakau bisa berperan dalam peningkatkan kesejahteraan petani dalam jangka panjang.
 
Asisten Deputi Agribisnis Kementerian Koordinator Perekonomian, Yuli Sri Wilanti menjelaskan hasil penelitian IPB sudah cukup baik dalam pola intiplasma. Bagi perusahaan, kerja sama harus memberikan benefit serta kepastian suplai produk. Dari sisi petani ada kepastian pasar, sehingga ini memberikan keuntungan bagi kedua pihak.
 
"Karena kalau bicara industri perusahaan melakukan landasan kerja sama yang sesuai. Petani juga dilakukan pendampingan supaya produksinya sesuai dengan diinginkan industri. Prinsip utamanya bagaimana menciptakan kemitraan yang sustainable, sehingga perlu pengikat lebih kuat antara petani dan mitranya," ungkapnya.
 

(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif