Presiden Direktur BCA Jahja Setiaadmaja. (FOTO: Medcom.id)
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaadmaja. (FOTO: Medcom.id)

BCA Ada Ruang Turunkan Suku Bunga

Ekonomi bca suku bunga the fed
Ade Hapsari Lestarini • 19 Juni 2019 20:24
Jakarta: PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mempunyai ruang untuk menurunkan tingkat suku bunga jika Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (Fed), sudah pasti menurunkan suku bunganya.
 
"Memang Fed (suku bunga) kemungkinan besar September akan diturunkan seperempat persen. Kalau Fed sudah pasti turun, kita ada ruang untuk turun," ujar Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, saat halalbihalal dengan media, di Plataran Menteng, Jakarta, Rabu, 19 Juni 2019.
 
Menurut Jahja, saat ini belum ada kepastian dari The Fed. BCA pun akan melihat apakah likuiditas cukup menunjang. Namun demikian, sejauh ini Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan tercatat sebesar 94 persen untuk day to day normal. Dengan adanya fasilitas repo surat berharga negara (SBN), maka cukup terbantu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tapi kalau memang ada pilihan untuk pertumbuhan kredit dipacu lagi, saya kira Pak Wimboh (Ketua OJK) sudah sinkron. Dia (Wimboh) bilang mau turunkan suku bunga, credit growth juga diturunkan, ini sinkron, tapi kalau dia minta turunkan bunga tapi credit growth dinaikkan itu enggak sinkron," jelasnya.
 
Namun apabila ada pilihan sama-sama seimbang, artinya ketersediaan Dana Pihak Ketiga (DPK) cukup, maka likuiditas pun cukup.
 
Akan tetapi, lanjut dia, "dengan catatan" perang dagang tidak menganggu perbankan, maka memang ada ruang untuk menurunkan suku bunga.
 
"Tapi kalau saya kebetulan ditanya, saya prefer MK (Mahkamah Konstitusi) selesai dulu dan pasti. Kepastian pasti, bulan depan mau turun, boleh turun. Itu kalau saya. Tapi kan pertimbangannya beda, karena ada pertimbangan lain," katanya.
 
Dia menjelaskan, apabila likuiditas ketat, walaupun benchmark turun, belum tentu deposit rate akan turun.
 
Bank Indonesia (BI) sebelumnya mengisyaratkan penurunan suku bunga acuan. Hanya saja bank sentral melihat kondisi yang ada saat ini belum memungkinkan untuk menurunkan suku bunga acuan.
 
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pihaknya sangat mencermati kondisi pasar keuangan global dan neraca pembayaran Indonesia. Meski kondisi di dalam negeri cukup baik dengan inflasi rendah. Ditambah dibutuhkan stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
 
"Jadi kalau mempertimbangkan inflasi yang rendah, pertumbuhan ekonomi yang perlu didorong memang kami sudah tahu bahwa ada ruang untuk menurunkan suku bunga itu. Cuma masalahnya kita perlu melihat bagaimana kondisi pasar keuangan global dan neraca pembayaran," kata dia dalam rapat dengan Komisi XI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 17 Juni 2019.
 
Dirinya menambahkan kondisi pasar keuangan global saat ini masih diliputi oleh ketidakpastian. Pasalnya perang dagang yang masih berlanjut, Brexit, hingga perkembangan geopolitik yang sewaktu-waktu bisa membuat arus modal asing keluar dari Indonesia serta risiko bagi neraca pembayaran.

 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif