Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Kenaikan Gaji PNS Bisa Dorong Daya Beli

Ekonomi pns ASN
Desi Angriani • 19 Maret 2019 07:25
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) yang dirapel dari Januari hingga April dapat mendorong konsumsi dan daya beli. Kenaikan sebesar lima persen tersebut akan sedikit berdampak ke perekonomian.
 
"Ya ada jugalah dampaknya, masa tidak ada. Ya tentu juga enggak besar amat," ujar Darmin ditemui di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Senin, 18 Maret 2019.
 
Namun begitu, Darmin belum menghitung multiplier effect yang ditimbulkan kenaikan gaji ASN tersebut. Perhitungannya harus menggunakan Marginal Propensity to Consume (MPC) atau bentuk rasio yang menyatakan besarnya pertambahan konsumsi saat terjadi pertambahan pendapatan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ya kira-kira marginal propensity to consume pegawai itu berapa. Dampaknya ada dan apa yang dibelanjakan harus dipelajari, dari mayoritas yang mendapatkan itu," tegasnya.
 
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati sebelumnya memastikan kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) dicairkan pada April 2019. Kenaikan gaji dirapel dari kenaikan Januari hingga April lantaran kebijakan itu masuk dalam Undang-Undang (UU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.
 
Adapun dana yang disiapkan pemerintah untuk pencairan kenaikan gaji PNS masih menunggu penyelesaian data kementerian/ lembaga (K/L). Saat ini K/L masih mendata jumlah PNS beserta kenaikan gajinya.
 
Meski begitu, Peraturan Pemerintah (PP) untuk kenaikan gaji PNS sudah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo. Nantinya dalam PP akan dilampirkan data kepegawaian dari K/L yang selanjutnya diverifikasi oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).
 
"Ya karena UU APBN untuk Januari, jadi meskipun pencairannya pada April, itu menyangkut dari Januari sampai dengan April. Untuk Mei dan selanjutnya dibayarkan waktu pembayaran gajinya," ungkap Ani sapaannya ditemui di di Kanwil DJP Wajib Pajak Besar, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu 13 Maret 2019.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif