Mukhtar Mohammad, salah satu peserta Training Progam of Indonesian Enterpreneurs and Refugees. (Foto: Dok. Istimewa)
Mukhtar Mohammad, salah satu peserta Training Progam of Indonesian Enterpreneurs and Refugees. (Foto: Dok. Istimewa)

Pengungsi Lintas Negara Diajak Berwirausaha

Ekonomi pengungsi sinabung wirausaha
15 Februari 2019 09:32
Jakarta: Dompet Dhuafa bersama Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), Organisasi Buruh Internasional (ILO), dan Universitas Atma Jaya menggandeng pengungsi lintas negara menjadi wirausahawan. Puluhan peserta Training Progam of Indonesian Enterpreneurs and Refugees pun berhasil diwisuda.
 
Pengungsi asal Somalia, Zakaria, 28, mengaku terbantu dengan program wirausaha yang digagas Dompet Dhuafa. Di tanah kelahirannya yang penuh konflik, ia bahkan sulit untuk hidup.
 
"Di negara saya penuh perang dan ayah saya terbunuh. Empat tahun lalu saya datang ke Indonesia, orang-orang di sini baik dan terbuka. Hanya saja saya tidak bisa bekerja di sini dan sulit mendapatkan penghasilan," ungkapnya di Jakarta, Jumat, 15 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak cuma Zakaria, banyak pengungsi lain yang bernasib sama di Indonesia. Pada 2017 sekitar 14.000 pengungsi lintas negara datang ke Indonesia. Mayoritas dari mereka berasal dari negara konflik seperti Somalia dan Afghanistan.
 
Kebijakan internasional mengharuskan mereka menghadapi keterbatasan. Salah satunya tidak ada akses bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan.
 
Dengan program wirausaha yang dicetak Dompet Dhuafa, UNHCR, ILO, dan Universitas Atma Jaya diharapkan dapat melatih para pengungsi dan pemuda Indonesia untuk jadi wirausahawan muda. Momen ini juga mendekatkan pemuda Indonesia dengan para pengungsi untuk saling bertukar ilmu.
 
“Alhamdulillah, saya mendapatkan kesempatan untuk ikut serta dalam progam ini. Saya dapat banyak sekali ilmu. Setelah ini, saya ingin membuka usaha saya sendiri,” tambah Zakaria.
 
Perwakilan ILO, Michiko, mengatakan program ini sangat baik dan diharapkan dapat menaikan kompetensi serta pengetahuan para pengungsi. "Selain juga dapat membangkitkan ekonomi sehingga setiap individu akan mendapatkan hasil dari pola kerja sama yang sudah dibangun," kata dia.
 
Sama dengan masyarakat asli Indonesia, pengungsi, tambah Michiko, juga memiliki potensi. Tak jarang mereka yang datang memiliki berbagai keterampilan. Program kewirausahaan yang digagas hanya membantu mereka untuk mempraktikkan apa yang sudah dimiliki.
 
"Mereka memiliki talenta dan keterampilan serta banyak hal yang perlu dipertukarkan dengan masyarakat setempat. Program ini menyatukan mereka untuk mengetahui apa itu bisnis dan mudah-mudahan bisa memulai bisnis untuk ide apa pun yang mereka miliki," pungkas Representative UNHCR Indonesia, Thomas Vargas.
 
(MEL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif