Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

Inflasi karena Bumbu Dapur Akibat Panen Terlambat

Ekonomi inflasi bps
Eko Nordiansyah • 02 Mei 2019 13:48
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan inflasi April memang lebih banyak disebabkan oleh komoditas pangan terutama bumbu dapur. Beberapa komoditas mengalami inflasi karena keterlambatan panen.
 
"Pertama karena panen kita untuk tahun ini agak terlambat. beras juga sedikit terlambat, cabai juga sedikiti terlambat, bawang juga sedikit terlambat," kata Darmin di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis, 2 Mei 2019.
 
Dirinya menambahkan bawang putih yang harganya melonjak tinggi tidak diantisipasi dengan baik oleh pemerintah. Meskipun sudah ada keputusan untuk mengimpor bawang putih, namun Darmin menilai realisasinya terlambat saat harga sudah tinggi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tapi segera dia akan masuk itu. Begitu juga cabai sama bawang merah, sebentar lagi juga panen dia. Jadi ini ya soal keterlambatan yang namanya kalau panen. Kalau musim hujannya agak banyak biasanya dia terlambat," jelasnya.
 
Selain itu, Darmin juga menyebut harga tiket pesawat memberikan andil terhadap inflasi bulan lalu. Untuk itu, dirinya berencana memanggil Menteri BUMN Rini Soemarno bersama dengan maskapai yang dianggap masih menerapkan tarif tinggi.
 
Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumny merilis inflasi pada April 2019 sebesar 0,44 persen. Inflasi kali ini cukup tinggi karena adanya kenaikan harga beberapa komoditas utamanya bumbu dapur.
 
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kelompok pengeluaran penyumbang inflasi tertinggi yakni dari bahan makanan dengan inflasi sebesar 1,45 persen dan andilnya sebesar 0,31 persen.
 
Dia menjelaskan ada beberapa komoditas malanan yang mengalami kenaikan yakni bawang merah sebesar 22,93 persen dengan andil terhadap inflasi 0,13 persen, bawang putih naik 35 persen dengan andil 0,09 persen, cabai merah andilnya 0,07 persen, dan telur ayam ras, serta tomat andilnya 0,02 persen.
 
Sementara kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,19 persen dengan andil terhadap inflasi April sebesar 0,03 persen. Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami inflasi sebesar 0,12 persen dengan andil 0,03 persen.
 
Kelompok sandang mengalami inflasi 0,15 persen dengan andil 0,01 persen. Kelompok kesehatan inflasinya 0,25 persen dengan andil 0,01 persen. Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga inflasinya 0,03 persen. Serta kelompok transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan inflasinya 0,28 persen dengan andil 0,05 persen.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif