Industri Asuransi Mulai Sasar Petani hingga Sopir Angkot

Husen Miftahudin 07 Desember 2018 20:12 WIB
asuransi
Industri Asuransi Mulai Sasar Petani hingga Sopir Angkot
Ilustrasi. (FOTO: MI/Bary)
Jakarta: Startup teknologi asuransi, PasarPolis menyediakan menyediakan premi terjangkau dengan proses klaim praktis. Menggunakan konsep business to business, PasarPolis memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk memberikan asuransi mikro kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Pendiri PasarPolis Cleosent Randing mengakui penetrasi asuransi di Indonesia tergolong rendah. Oleh karena itu dengan proses klaim asuransi yang sederhana, PasarPolis mengajak para pekerja Indonesia untuk mendapatkan akses terhadap asuransi yang terjangkau.

Menurutnya, PasarPolis punya model bisnis baru, yakni API. Model tersebut menggunakan e-commerce dan marketplace untuk menawarkan asuransi mikro kepada pelanggan. E-commerce tersebut menawarkan produk asuransi yang relevan bagi pengguna, seperti biaya kirim untuk pengembalian barang, perpanjangan jaminan, hingga perlindungan pembelian.

"Selama ini asuransi dianggap mahal, rumit, dan tidak terlalu dibutuhkan. Kami memanfaatkan teknologi agar proses klaim asuransi lebih sederhana dan tidak berbelit-belit. Kami menawarkan premi rendah, mulai dari Rp25 ribu," ujar Cleosent dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat, 7 Desember 2018.

Sejauh ini, penjualan asuransi melalui API PasarPolis dapat memberikan pendapatan tambahan bagi bisnis yang bekerja sama tanpa risiko investasi di depan. Di saat yang sama, PasarPolis juga mendapatkan pemasukan dari komisi penjualan.

"Kami percaya bahwa strategi ini dapat menarik lebih banyak pelanggan, terutama segmen yang kurang terjangkau oleh asuransi selama ini seperti petani atau pengemudi angkutan umum. Kami akan mencari peluang di segmen masyarakat kalangan pekerja, sehingga PasarPolis dapat melengkapi ekosistem industri asuransi di Indonesia," jelas dia.

Jenis produk yang ditawarkan PasarPolis beragam dan dapat dimodifikasi dengan kebutuhan pelanggan atau mitra bisnis. Misalnya, untuk Go-Jek, PasarPolis menawarkan perlindungan terhadap barang-barang pengemudi seperti jaket, helm, atau makanan yang dibeli melalui Go-Food.

PasarPolis juga telah bermitra dengan Citilink untuk menawarkan asuransi penerbangan dengan harga mulai dari Rp25 ribu. Jika penerbangan Citilink tertunda, kabar tersebut akan secara otomatis diteruskan ke PasarPolis. Kemudian, PasarPolis akan mengirimkan notifikasi melalui SMS atau email ke pelanggan, untuk memberitahukan cara pencairan kompensasi.

"Respons instan dari PasarPolis terbukti lebih efektif daripada proses pencairan asuransi konvensional yang biasanya membutuhkan berbagai dokumen dan waktu tunggu yang lama. Berkat sistem otomatisasi digital, PasarPolis mampu mengurangi biaya overhead dan operasional. Saat ini, sekitar 90 persen dari semua klaim asuransi dapat diselesaikan oleh sistem digital PasarPolis," ungkap Cleosent.

Konsep unik PasarPolis mencuri perhatian tiga perusahaan startup unicorn di Indonesia. Go-Jek, Traveloka, dan Tokopedia bergabung untuk berinvestasi pada pendanaan seri A. Cleosent juga berhasil meraih penghargaan Ernst & Young (EY) Entrepreneur of the Year 2018 untuk kategori Technology & Digital.

Sejauh ini, PasarPolis berhasil menggaet 1,25 juta pelanggan hingga kuartal II-2018. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, PasarPolis mencatatkan pertumbuhan hingga 400 persen.

"Saya percaya bahwa Indonesia dapat segera menyusul Tiongkok di mana saat ini seperlima dari seluruh penduduk Tiongkok telah mendapatkan asuransi. Pemain insurtech lokal di belakang prestasi itu pun akan memperoleh sebagian besar omzetnya melalui transaksi e-commerce," tutup dia.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id