Pemerintah Segera Berlakukan Tarif Sampah untuk Turis

Nia Deviyana 30 November 2018 15:52 WIB
lingkungan
Pemerintah Segera Berlakukan Tarif Sampah untuk Turis
Destinasi wisata Labuan Bajo. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)
Jakarta: Pemerintah segera merilis aturan dalam penanganan masalah limbah plastik, yakni dengan menetapkan pungutan dana untuk mengelola sampah bagi turis domestik maupun asing. Aturan ini akan difokuskan pada daerah-daerah yang menjadi destinasi wisata.

"Seperti Bali, Labuan Bajo, dan Banyuwangi. Dananya nanti akan digunakan untuk pembersihan sampah," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta Pusat, Jumat, 30 November 2018.

Adapun nominal pungutan, kata Luhut, kemungkinan USD10 untuk turis asing dan USD1 bagi turis lokal. "Jadi tarif pungutan itu nanti dimasukkan ke tagihan hotel," tambah dia.

Selain itu, pemerintah juga melihat kemungkinan mengolah singkong sebagai wadah untuk menggantikan kantong plastik. Namun, Luhut belum memastikan kapan rencana itu direalisasikan.

"Dengan singkong ini memang harganya lebih tinggi, di Tangerang pabriknya. Saat ini cost-nya masih tinggi karena permintaannya masih rendah. Tapi kalau rencana ini jalan, bisa menciptakan lapangan kerja baru dan perusahaan-perusahaan baru untuk menangani sampah," kata dia.

Luhut berharap semakin banyak daerah yang melarang penggunaan kantong plastik dan menyediakan pengganti yang lebih ramah lingkungan. Hingga kini, sedikitnya 10 kota telah menerapkan aturan tersebut.

"Kalau tidak salah ada 10 kota di Indonesia, antara lain Banjarmasin, Balikpapan, dan Denpasar," pungkasnya.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id