Ilustrasi. (FOTO: MI/Arya)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Arya)

Gandeng HKTI, BRI Permudah Layanan Pinjaman bagi Petani

Ekonomi petani bri
Husen Miftahudin • 18 Januari 2019 12:59
Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mempermudah fasilitas layanan pinjaman modal usaha bagi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) maupun anggotanya, para petani. Komitmen mendorong ekonomi kerakyatan itu terjalin lewat kerja sama strategis antara BRI dan HKTI.
 
Kerja sama tersebut terjalin melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan Direktur Utama BRI Suprajarto dengan Ketua Umum HKTI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko.
 
"Sebagai bank yang fokus terhadap usaha mikro serta ekonomi kerakyatan, BRI memiliki keterikatan yang erat dengan sektor pertanian. Kami berupaya memfasilitasi layanan perbankan yang dibutuhkan oleh HKTI dalam upaya pengelolaan keuangan yang lebih optimal," ungkap Suprajarto di kantor pusat BRI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat, 18 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kata Suprajarto, BRI mendorong sinergi dengan seluruh stakeholders terkait agar mampu memberikan nilai tambah (added value) bagi sektor pertanian. Menurutnya, sinergi ini dimaksudkan karena HKTI merupakan bridging institution yang menghubungkan antara petani dengan seluruh pemangku kepentingan.
 
Ia menjelaskan, kemudahan layanan pinjaman modal usaha untuk mengoptimalkan berbagai kerja sama yang sudah terjalin dengan HKTI sebelumnya. Di antaranya pemberian akses permodalan berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR), program kewirausahaan pertanian, perhutanan sosial, serta penyaluran kartu tani.
 
"Kami berharap dengan menggandeng HKTI maka kehadiran BRI berikut layanan-layanan unggulan kami semakin dapat dirasakan manfaatnya oleh anggota HKTI dan seluruh petani. Terlebih saat ini BRI ditunjang oleh 9.798 jaringan kantor, 330 ribu jaringan e-channel, dan 400 ribu agen BRILink yang tersebar di seluruh Indonesia," beber Suprajarto.
 
Pada kesempatan yang sama, Moeldoko berharap kerja sama ini bisa meringankan para petani yang selama ini kesulitan mengakses perbankan untuk melakukan pinjaman modal usaha.
 
"Saat ini petani di Indonesia menghadapi lima masalah utama, yakni luasan lahan, permodalan, teknologi, manajemen, dan market. Melalui kerja sama dengan BRI, kami yakin dapat mempermudah memberikan akses permodalan terutama KUR kepada petani," pungkas Moeldoko.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif