Bank Indonesia (BI). MI/Usman Iskandar.
Bank Indonesia (BI). MI/Usman Iskandar.

Pemerintah Canangkan Hari Indonesia Menabung

Ekonomi bank indonesia
Husen Miftahudin • 21 Januari 2019 21:03
Jakarta: Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencanangkan Hari Indonesia Menabung untuk mendorong masyarakat memiliki akses terhadap jasa dan produk industri keuangan. Pasalnya, sampai saat ini rasio inklusi keuangan baru mencapai 49 persen dari target 75 persen yang ditetapkan tahun ini.
 
"Meningkatkan inklusifitas sangat penting karena sekarang 49 persen, target kita kan 75 persen. Enggak lama lagi kita akan lakukan aksi menabung, pelopornya dari OJK, kita support semua," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng Timur, Jakarta Pusat, Senin, 21 Januari 2019.
 
Hari Indonesia Menabung lebih menyasar kepada pelajar. Hal ini lantaran banyak pelajar yang masih belum memiliki rekening. "Bayangkan kalau sekolah, kan ada ribuan sekolah, ya toh?" tutur Sugeng.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sardjito mengatakan, peningkatan inklusi keuangan butuh landasan hukum. Maka itu, Hari Indonesia Menabung akan menggunakan Keputusan Presiden sebagai landasan hukumnya.
 
Namun demikian, pelaksanaan Hari Indonesia Menabung masih belum ditentukan. Pemerintah bersama BI dan OJK masih membahas waktu yang tepat untuk pelaksanaan tersebut.
 
"Rencananya di Agustus 2019, tapi nanti kita lihat," ungkap Sardjito.
 
Hari Indonesia Menabung juga akan menyasar masyarakat di daerah terdepan yang belum memiliki akses produk dan jasa keuangan. Oleh karena itu, penerapan Hari Indonesia Menabung akan melibatkan pemerintah daerah bersama lembaga keuangan daerah.
 
Menurut Sardjito, langkah itu juga menjadi upaya untuk melindungi masyarakat di daerah dari jeratan pinjaman berbunga tinggi yang ditawarkan rentenir.
 
"Kalau berhasil gerakan ini, rentenir bisa hilang," tegas Sardjito.
 


 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi