Ilustrasi. (Foto: Antara/Saiful Bahri).
Ilustrasi. (Foto: Antara/Saiful Bahri).

Pengairan HIPPA Jaya Tirta Buat Panen Lebihi Produksi Nasional

Ekonomi padi
Husen Miftahudin • 29 September 2016 03:00
medcom.id, Jakarta: Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Jaya Tirta yang berada di Desa Gedongarum, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim) mampu mandiri dan bergabung menjadi salah satu unit usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sebab produktifitas Gabah Kering Panen (GKP) HIPPPA Jaya Tirta jauh di atas rata-rata nasional, yakni sebanyak 14 ton/ha.
 
Ketua HIPPA Jaya Tirta, Suwignyo mengungkapkan, pihaknya mengairi 505 hektar sawah di Desa Gedongarum, dengan produktivitas 10-14 ton per ha dan Indeks Pertanaman (IP) 200, tergantung iklim.
 
Alur pembagian airnya yakni dari pompa induk ada bagian teknisi lima orang mengoperasikan khusus pompa induk. Lalu setelah keluar ke pembagian pintu air, langsung dikelola oleh tiga koordinator HIPPA. Masing-masing koordinator membawahi karyawan pembagi air yang ada di sawah.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pembagiannya, kalau salah satu koordinator kebagian tiga hari, selanjutnya koordinator yang lain selama tiga hari, terus seperti itu bergantian. Air yang digunakan untuk mengalirkan sawah di desa ini berasal dari Sungai Bengawan Solo," ujar Suwignyo dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (29/9/2016).
 
Menurutnya, hasil panen lebih maksimal pada musim kemarau karena produktivitas rata-rata 12 ton per hektar. Bahkan, ada beberapa titik ada yang produktivitasnya mencapai 14 ton per hektar. Varietas padi yang tanam oleh petani di Gedongarum adalah jenis Ciherang, dengan IP 200 bahkan ada yang 300.
 
"Sedangkan pada kondisi iklim saat ini, produktivitas menurun menjadi rata-rata 10 ton per ha. Ini disebabkan Desa Gedongarum berlimpah air, sehingga permasalahan akan terjadi jika hujan kerap datang. Namun terlepas dari itu, semua masalah dapat teratasi," jelas dia.
 
Dari pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan), akunya, juga memberikan bantuan seperti
empat unit diesel, combine harvester 12 unit, traktor roda dua untuk semua kelompok tani, transplanter, dan lainnya.
 
"Sementara setiap musim panen, petani HIPPA dijual dengan sistem lelang di sawah. Dengan begini, hasil jual petani HIPPA lebih baik," pungkas Suwignyo.
 

 

(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif