Gapmmi Minta Pemerintah Hapus Pajak Impor Bahan Baku

Dian Ihsan Siregar 04 Juli 2018 15:54 WIB
Gapmmi Minta Pemerintah Hapus Pajak Impor Bahan Baku
Industri Makanan dan Minuman. ANT/Rivan Awal.
Jakarta: Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) meminta pemerintah untuk menghapuskan pajak bagi impor produk bahan baku. Dengan begitu bisa membantu pengusaha makanan dan minuman lokal meningkatkan kinerja bisnisnya.

Ketua Umum Gapmmi Adhi S Lukman ‎mengaku pemerintah memberikan kebebasan pajak bagi impor produk barang jadi. Padahal, pengusaha membutuhkan kebebasan pajak bagi pelaksanaan impor bahan baku, di mana bahan baku sangat dibutuhkan oleh para pengusaha makanan dan minuman.

‎"Bahan baku harus nol pajak, tapi barang jadi yang harus dikenakan. Kalau contoh gula, ada gula petani sendri, kan ada gula industri jadi sudah ada perbedaan.‎ Kita tidak perlu insentif, tapi kita perlu kemudahan dari pemerintah," ucap Adhi, ditemui usai acara 'Media Workshop Food Ingredients Asia 2018' di Hotel JW Marriott, Jakarta, Rabu, 4 Juli 2018.

‎Jika bahan baku industri melimpah di negeri ini, maka pengusaha tidak perlu mengeluh kepada pemerintah. "Untuk itu, kita minta itu dilakukan. Bahan baku industri harus dijamin ketersediaannya oleh pemerintah. Agar kami pengusaha mudah menjalankan bisnisnya," tutur Adhi.

Dengan bahan baku yang tersedia, lanjut dia, maka biaya yang dikeluarkan pengusaha juga sedikit, ketimbang barang yang sudah jadi.

"Tapi, kenapa selama ini lebih tinggi pajak impor bahan baku?" ujar Adhi.

Menurut dia pengusaha kebanyakan juga menginginkan bahan baku lokal dibanding impor. Namun, bila bahan baku sedang kosong di dalam negeri, mereka terpaksa mendapatkannya dari luar Indonesia.

"Bahan baku sumbernya dari mana saja. Selain ada kriteria mutu dan regulasi, baik BPOM dan sebagainya. Pokoknya, selagi ada bahan baku, pasti permintaan akan terus tumbuh, industri makanan dan minuman pastinya akan kena dampak positif," tegas Adhi.


(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id