Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

BI Optimistis Pertumbuhan Kredit Tembus 13% Sepanjang 2019

Ekonomi bank indonesia kredit
Husen Miftahudin • 18 Januari 2019 16:53
Jakarta: Bank Indonesia (BI) optimistis pertumbuhan kredit perbankan sepanjang 2019 tembus 13 persen secara tahun ke tahun alias year on year (yoy). Pertumbuhan kredit ditopang oleh terjaganya likuiditas untuk mendanai ekspansi perbankan.
 
"Kalau dilihat Rencana Bisnis Bank (RBB) itu 13 persen. (Realisasinya bisa) 13 persen lebih sedikit, itu bisa dicapai," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di kompleks perkantoran BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 18 Januari 2019.
 
Perry mengakui pertumbuhan kredit tahun ini bisa melampaui target bank sentral yang berada di kisaran 10-12 persen. Kondisi itu membuat otoritas berjanji untuk menjaga kecukupan likuditas dan mencegah kekurangan likuiditas dengan menyiapkan berbagai instrumen pendalaman pasar keuangan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perbankan bisa saja mencapai 12-13 persen tahun ini karena didukung ekonomi yang membaik dan investasi yang terus tumbuh," tegas Perry.
 
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tahun ini berpeluang besar lebih baik ketimbang tahun lalu lantaran meredanya ketidakpastian dari tekanan ekonomi global. Kondisi itu diharapkan bisa meningkatkan permintaan ekspor dan mendorong ekspansi dunia usaha.
 
BI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan terus memantau geliat industri dan entitas perbankan untuk mengantisipasi pengetatan likuiditas. Selain itu, BI dan OJK akan membuat kebijakan yang mendukung industri perbankan untuk menggenjot fungsi intermediasi.
 
"BI dan OJK akan koordinatif untuk mencermati suplai dan permintaan kredit, ditambah saat ini optimisme itu sudah tumbuh," tutup Perry.
 
Berdasarkan catatan OJK, realisasi pertumbuhan kredit industri perbankan sepanjang 2018 sebesar 12,88 persen. Capaian itu menjadi yang terbaik sepanjang pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
 
Pada 2015, kalangan perbankan nasional hanya membukukan pertumbuhan kredit di level 10,1 persen secara tahunan. Realisasi kucuran kredit perbankan memburuk pada 2016 dan 2017 karena hanya tumbuh masing-masing 7,87 persen dan 8,24 persen.
 

 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi