Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta. Medcom/Damar.
Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta. Medcom/Damar.

Inflasi Sudah Turun Sepertiga dalam 5 Tahun Terakhir

Ekonomi inflasi ekonomi indonesia
Ilham wibowo • 02 Januari 2019 18:27
Jakarta: Pemerintah dinilai telah mengendalikan harga dengan baik dalam lima tahun terkahir. Hasil tersebut dibuktikan dalam laporan inflasi bahan makanan yang turun hingga lebih dari sepertiganya.
 
Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta mengatakan, capaian pengendalian harga ini sangat penting. Pasalnya, harga pangan memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kemiskinan.
 
Hasil penghitungan KEIN rata-rata inflasi bahan makanan dari 2009 hingga 2013 tercatat sebesar 8,04 persen. Sementara dari periode 2014-2018 rata-rata inflasi bahan makanan sebesar 5,17 persen. Artinya, dalam kurun dua periode pemerintahan tersebut rata-rata bahan makanan lebih dapat dikendalikan dan turun hingga 36 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Data ini menunjukkan bahwa pemerintah mampu menekan laju kenaikan harga terutama sektor pangan. Ini tentunya menjadi cerminan dari komitmen yang kuat oleh pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat," ujar Arif di kantornya, Jakarta, Rabu, 2 Januari 2019.
 
Arif menjelaskan capaian tersebut didorong oleh komitmen yang kuat dari pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara sisi permintaan dan sisi penawaran. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2018 bahan makanan berkontribusi 71,04 persen terhadap garis kemiskinan.
 
"Ada hubungan yang kuat antara penurunan kemiskinan dengan stabilnya inflasi," paparnya.
 
Tim Pengendalian Inflasi baik daerah dan pusat yang terus aktif dalam menjaga laju inflasi yang rendah dan stabil juga turut berperan. Kemudian, kebijakan harga acuan sebagai bentuk pemerintah hadir untuk melakukan kontrol penetapan harga dam ini sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
 
Pembangunan infrastruktur yang masif terbukti mempercepat mobilitas barang yang selama ini terkendala karena masih rendahnya konektivitas antardaerah.
 
"Dalam jangka pendek, kontribusi pembangunan infrastruktur tersebut sangat jelas dalam menekan laju kenaikan harga," ungkapnya.
 
Pencapaian ini patut diapresiasi sebagai bentuk fokus dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terlebih capaian ini terjadi di tengah dinamika kenaikan harga minyak dunia yang mencapai harga tertinggi pada Oktober sekitar USD80 per barel dan kurs yang sempat bergerak tembus mencapai Rp15.000 per USD.
 
Lebih lanjut, laju kenaikan harga beras yang merupakan komoditas pangan utama pada 2014 hingga 2018 juga lebih terkendali dengan rata-rata sebesar 5,2 persen per tahun. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata laju kenaikan pada periode 2009 hingga 2013 yakni sebesar 8,5 persen per tahun.
 
"Dengan demikian tidak mungkin inflasi rendah bisa terjadi apabila tidak ada pengendalian," pungkas Arif.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif