Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Unicorn Muncul dari Hal Sepele

Ekonomi startup Unicorn
Ilham wibowo • 27 Februari 2019 12:54
Jakarta: Pemerintah terus mendorong perusahaan rintisan atau startup mendapatkan gelar unicorn. Peluang perusahaan dengan nilai valuasi lebih dari USD1 miliar itu kini bisa hadir dengan memanfaatkan fasilitas infrastruktur digital.
 
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong unicorn baru bermunculan di Tanah Air. Saat ini sudah ada empat perusahaan yang mendapat gelar tersebut seperti Gojek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.
 
"Mereka ini yang tadinya memikirkan yang Anda tidak pikirkan, mereka mengoneksikan yang tadinya Anda anggap sepele, yang kecil, dan ternyata kalau di-scale up jadi (uang) miliaran dan triliunan," ujar Sri dalam acara Kadin Entrepreneurship Forum 2019, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu, 27 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Sri kesempatan memperluas nilai ekonomi sangat terbuka bagi setiap warga negara yang ingin memulai usaha. Kesempatan lapangan usaha dan cara melipatgandakan keuntungan yang lebih efisien pun bisa dimanfaatkan.
 
"Saya lihat Gojek, mereka kerjaannya nongkrongin ibu-ibu arisan, mereka hanya ingin tahu dengan putaran duit yang kecil untuk beli panci itu mereka perhatikan detail karena setiap rupiah beredar it means business for them," ungkap mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.
 
Sri memastikan bahwa pembangunan infrastruktur digital nasional kini hanya tinggal 10 persen untuk bisa mengoneksikan kegiatan ekonomi dari wilayah Aceh hingga Papua. Langkah tersebut merupakan upaya pemerintah dalam membuka ruang pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat.
 
"Anda lihat dari Aceh ke Papua, that's your playing field dan kita fasilitasi dengan infrastruktur agar Anda tak terbebani ongkos, ongkos birokrasi, ongkos transportasi, ongkos listrik, semua kita coba address," ungkapnya.
 
Gojek Terus Bertumbuh
 
Gojek sebagai perusahaan teknologi penyedia layanan on-demand itu kini telah berada di posisi keenam dalam daftar merek paling bernilai di Indonesia. Laporan BrandZ menyatakan bahwa nilai brand (brand value) Gojek pada 2019 mencapai USD4,487 miliar, tumbuh sebesar 88 persen dibandingkan 2018.
 
Gojek juga dinyatakan unggul sebagai The Most Valuable Digital Brand yang dinilai berdasarkan aspek-aspek Purpose, Innovation, Communications, Experience, dan Love yang membentuk metriks meaningful (bermakna), different (unik/berbeda dengan brand lain), dan salient (selalu diingat). Aspek-aspek tersebut menunjukkan bahwa brand health Gojek yang telah memiliki lebih dari 20 layanan dalam satu platform termasuk layanan pesan-antar makanan itu sangat baik sehingga mendukung pertumbuhan brand value.
 
Data yang dilansir Nikkei, media Jepang, menyebutkan jumlah pengguna aktif bulanan Gojek di Indonesia paling banyak dibandingkan dengan aplikasi on-demand lainnya. Data yang sama juga menyebutkan bahwa jumlah pengguna aktif bulanan Gojek di Indonesia setara dengan jumlah pengguna aktif bulanan aplikasi ride-sharing terbesar dunia di Amerika.
 
Kemunculan startup baru dari Tanah Air yang dinilai paling bertumbuh secara pesat dan menciptakan dampak sosial positif yang lebih luas ini perlu terus didukung. Kehadirannya bakal membawa harum nama Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi digital terdepan di Asia Tenggara.
 
"Kami optimistis pertumbuhan startup karya anak bangsa akan menjadikan Indonesia pemimpin ekonomi digital di Asia Tenggara,” kata Presiden Gojek Group Andre Soelistyo.
 
Hasil riset Google dan Temasek bertajuk e-Conomy SEA 2018 menunjukkan Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan paling cepat dan ukuran pasar paling besar di Asia Tenggara dengan kontribusi mencapai USD100 miliar pada 2025. Dari 847 startup terdaftar, 46 startup sukses menggalang USD4,07 miliar di 18 vertikal industri. Catatan ini menunjukkan bahwa masing-masing startup berhasil menerima pendanaan rata-rata USD88 juta dalam kurun waktu satu tahun.
 
“Dengan potensi sebesar ini, kita harus mampu memanfaatkan peluang sekaligus menciptakan lebih banyak dampak sosial melalui berbagai inovasi teknologi, sehingga Indonesia bisa semakin mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital dan menjadi pemimpin di negeri sendiri," ungkap Andre.
 
Membuka Lapangan Pekerjaan
 
Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani mengatakan kehadiran unicorn sangat membanggakan lantaran membuka jutaan lapangan pekerjaan dan investasi. Kehadiran mereka juga membawa inspirasi kalangan anak muda terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
 
"Para pelaku unicorn dan startup yang ada kalau kita lihat mereka adalah anak-anak muda yang jeli melihat peluang usaha, konsisten mereka mampu memanfaatkan digital economy yang begitu cepat," ujarnya.
 
Persiapan pemerintah dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 juga bisa dimanfaatkan pelaku usaha. Target pencapaian industri Tanah Air pun diyakini bakal terwujud.
 
"Pemerintah dalam hal ini sudah menentukan roadmap di dalam making industri 4.0 yang diusulkan Bapak Presiden dan Kementerian Perindustrian. Ini memberikan arah industri prioritas yang akan menjadikan Indonesia menjadi negara industri, sebagai salah satu kekuatan ekonomi 10 besar di 2030," ungkapnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif