Ilustrasi. (FOTO: MI/Tri Handiyanto)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Tri Handiyanto)

Kenaikan Tarif Kargo Udara Gerus Industri e-Commerce

Ekonomi bisnis maskapai
Desi Angriani • 24 Januari 2019 06:14
Jakarta: Kenaikan tarif kargo udara atau Surat Muatan Udara (SMU) pada sejumlah maskapai bakal menggerus industri e-commerce. Hal ini mengingat mahalnya tarif pengiriman barang yang membuat konsumen mulai menahan belanja online.
 
Ketua Umum Asperindo M Feriadi mengatakan naiknya tarif jasa pengiriman barang juga merugikan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah persaingan e-commerce yang tumbuh pesat.
 
"Iya betul dan sekarang banyak seller kategori UMKM ini terganggu dan ini tentu berdampak," katanya saat dihubungi Medcom.id di Jakarta, Rabu, 23 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di samping itu, kata Feriadi tingginya biaya kargo udara juga memberatkan pengusaha jasa ekspedisi lantaran kesulitan menekan harga khususnya pengiriman di luar Pulau Jawa.
 
Apalagi pengusaha jasa pengiriman ekspres tidak hanya melayani customer ritel melainkan juga korporasi. Dengan kata lain, kontrak pengiriman barang yang sudah diteken tidak bisa diubah sewaktu-waktu atas perubahan tarif SMU.
 
"Ada kontrak yang sewaktu-waktu tidak bisa berubah karena kenaikan tarif. Nah pada saat kenaikan itu terjadi sampai beberapa kali dan jumlah signifikan kami merasa ini menjadi beban yang sangat berat, customer pun pasti complain terhadap kita," ungkap dia.
 
Berdasarkan tarif Surat Muatan Udara terbaru yang dikeluarkan pihak maskapai Garuda. Kenaikan tarif kargo bervariasi mulai dari 70 persen hingga 352 persen sejak Juli 2018 hingga 14 Januari 2019.
 
Pada 2018, Garuda tercatat melakukan kenaikan tarif sebanyak empat kali, yakni Juni, Oktober sebanyak dua kali dan November. Sementara, kenaikan pada awal 2019 sudah terjadi sebanyak dua kali yakni, pada 1 Januari dan 14 Januari.
 
Misal tarif kargo ke wilayah Batam mengalami kenaikan dua kali lipat dari Rp7.500 pada Oktober 2018 menjadi 15.400 pada Januari 2019. Selanjutnya, Medan naik dari Rp8.200 menjadi Rp17.000, Palembang naik dari Rp2.100 menjadi Rp9.500, Jayapura naik dari Rp32.000 menjadi Rp61.500, Makassar naik dari Rp13.500 menjadi Rp28.700.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif