Direktur Utama KAI Edi Sukmoro. Medcom/Suci.
Direktur Utama KAI Edi Sukmoro. Medcom/Suci.

Okupansi Kereta Mudik Tak Terpengaruh Mahalnya Tiket Pesawat

Ekonomi kereta api
Suci Sedya Utami • 14 Mei 2019 21:15
Jakarta: PT KAI (Persero) menyatakan tingginya harga tiket pesawat tidak terlalu berdampak pada peralihan penumpang kereta api di momen lebaran tahun ini.
 
"Pastinya ada pengaruh tapi menurut saya enggak signifikan," kata Direktur Utama KAI Edi Sukmoro di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Mei 2019.
 
Edi mengatakan peralihan penumpang pesawat tidak banyak sebab karakteristik kereta api saat ini berbeda. Dia bilang besar kecilnya peralihan penumpang sudah sangat tergantung pada ketersediaan jumlah bangku kereta api.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KAI hanya menyediakan tambahan bangku tiga hingga lima persen dari ketersedian saat kondisi normal. Dia bilang jika tambahan tersebut sudah habis maka adanya peralihan penumpang dari pesawat tetap tidak bisa terangkut oleh kereta api.
 
"Kita nambah gerbong 3-5 persen, selebihnya enggak bisa kalau peminatnya banyak tapi bangkunya enggak ada. Kita kan sistemnya one man one seat, setiap penumpang dapat tempat duduk, enggak mungkin berdiri," ujar dia.
 
Saat ini tiket kereta api yang terjual pada masa lebaran sudah 59 persen. Jumlah tersebut tidak jauh berbeda dari tahun lalu.
 
Menurut Edi, tiket kereta api yang sudah habis terjual yakni untuk H-5 hingga H-1 Lebaran. Dia bilang di atas H-6 masih banyak kursi yang kosong atau belum terjual lantaran karyawan belum mendapatkan kepastian untuk cuti kerja.
 
Untuk mudik tahun ini, KAI menyediakan 2.961.212 kursi. Dari jumlah tersebut 2.403.372 kursi merupakan kereta reguler jarak jauh dan sedang sedangkan sisanya 557.840 kursi merupakan kereta tambahan atau 50 gerbong kereta tambahan.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif