Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id)
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id)

OJK Intensif Sosialisasi Literasi dan Inklusi Keuangan

Ekonomi ojk
29 April 2019 08:43
Kediri: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri, Jawa Timur, terus meningkatkan literasi serta inklusi keuangan sebagai bagian mengenalkan produk jasa keuangan kepada masyarakat.
 
Kepala OJK Kediri Bambang Supriyanto mengemukakan saat ini tingkat inklusi hanya 60 persen penduduk dewasa yang memiliki rekening di bank.
 
"Salah satu sasaran strategis dari OJK secara nasional yaitu meningkatkan inklusi keuangan masyarakat menjadi 75 persen pada 2019 ini," kata dia di Kediri, seperti dikutip dari Antara, Senin, 29 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan OJK telah mempunyai berbagai macam strategi dalam meningkatkan tingkat inklusi keuangan di antaranya mempermudah akses pedagang di pasar kepada lembaga jasa keuangan.
 
Kemudian bekerja sama dengan industri jasa keuangan melakukan edukasi ke sekolah-sekolah hingga inisiasi kerja sama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait yang tergabung dalam tim percepatan akses keuangan daerah (TPAKD).
 
"Sejak awal tahun sampai Maret 2019 ini, kami telah melakukan 12 kegiatan sosialisasi dan edukasi dengan peserta mencapai 2.100 orang yang terdiri dari berbagai kalangan baik siswa, guru, UMKM, perangkat daerah, hingga masyarakat umum," jelas dia.
 
Ia menambahkan OJK juga menggandeng jurnalis dalam sosialisasi. Peran mereka juga dinilai penting agar masyarakat lebih memahami terkait dengan literasi serta inklusi keuangan.
 
Selain itu dia juga meminta agar masyarakat berhati-hati dengan berbagai transaksi keuangan terutama lewat dalam jaringan (daring), mengingat kini sekitar 90 persen transaksi keuangan di perbankan dilakukan lewat digital.
 
"Media juga berperan dalam mendukung kegiatan OJK, salah satunya meningkatkan kewaspadaan dalam bertransaksi lewat daring," tambah dia.
 
Sementara itu, pihaknya juga menilai perkembangan ekonomi di Kediri bagus. Di Kota Kediri ada lebih dari 31 ribu usaha kecil menengan yang aktif dan lebih dari 5.000 usaha mikro yang tersebar di sejumlah pasar kota ini.
 
Di Kota Kediri juga memiliki basis pondok pesantren serta komunitas keagamaan dengan anggota cukup besar. Potensi di pondok pesantren itu bisa dikembangkan nantinya terdapat lembaga keuangan berbasis syariah demi meningkatkan akses keuangan syariah dan kemajuan ekonomi syariah khususnya di Kota Kediri.
 
Dengan itu pula, literasi serta inklusi keuangan juga penting menjadi pengetahuan bagi para santri.
 

(AHL)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif