Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, Iptek, dan Budaya Kemenko Kemaritiman Safri Burhanuddin (kiri). FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin.
Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, Iptek, dan Budaya Kemenko Kemaritiman Safri Burhanuddin (kiri). FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin.

Minyak Goreng Kemasan Tak Menambah Pencemaran Sampah Plastik

Ekonomi minyak goreng
Husen Miftahudin • 09 Oktober 2019 15:46
Jakarta: Pemerintah telah melarang peredaran minyak goreng curah dan mewajibkan produsen menjual minyak goreng dalam kemasan. Program milik Kementerian Perdagangan (Kemendag) ini sebagai bentuk untuk mewujudkan Indonesia bebas minyak goreng curah pada 1 Januari 2020.
 
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman tak khawatir penerapan minyak goreng wajib kemasan di tahun depan bakal meningkatkan penggunaan plastik. Sebab, pihaknya sudah melibatkan sektor bisnis terkait penanggulangan dan pengelolaan sampah plastik.
 
"Kan kita sudah minta kepada perusahaan, terutama kepada industri yang memproduksi minyak curah untuk memberikan arahan bagaimana penggunaan kantong plastik yang satu kilogram itu setelah dibuka (kemasan plastik minyak goreng), bagaimana caranya sehingga tidak menimbulkan sampah baru," kata Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, Iptek, dan Budaya Kemenko Kemaritiman Safri Burhanuddin saat ditemui di acara Creating Waves of Change di Fountain Atrium Grand Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu, 9 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Produsen minyak goreng, jelasnya, wajib mensosialisasikan pemanfaatan sampah plastik dari pemakaian minyak goreng kemasan oleh masyarakat. Sosialisasi kepada masyarakat itu bertujuan untuk menanggulangi sekaligus mengurangi penggunaan sampah plastik.
 
"Kita minta kepada Gapki, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, untuk membuat video (sosialisasi pemanfaatan sampah plastik). Jadi jangan sampai mereka gunting seenaknya, terus kemudian langsung dibuang," bebernya.
 
Safri mengungkapkan dalam waktu dekat pihaknya akan bertemu dengan para pelaku industri produsen kelapa sawit dan minyak goreng. Hasil pertemuan itu nantinya jadi pedoman bagi pelaku industri minyak goreng untuk menyosialisasikan pemanfaatan sampah plastik dari minyak goreng kemasan oleh masyarakat.
 
"Kami akan ketemu dengan beberapa industri pengusaha untuk mengajarkan dan memberitahu kepada mereka untuk mengajarkan dan memberikan contoh kalau kita punya sampah itu jangan lantas menjadi sampah baru, tapi bisa dimanfaatkan," tegas dia.
 
Pemerintah telah menetapkan target sampah kelola 100 persen pada 2025 dengan pengurangan 30 persen dan penanganan sampah 70 persen. Hal itu sesuai dengan Perpres Nomor 97 Tahun 2017 yang mengatur pemerintah daerah wajib menyusun dokumen kebijakan dan strategi daerah pengelolaan sampah paling lama satu tahun sejak aturan diterbitkan.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif