Ilustrasi (MI/IMMANUEL ANTONIUS)
Ilustrasi (MI/IMMANUEL ANTONIUS)

Pengamat: Industri dan Perdagangan Belum Terpengaruh Aksi Massa

Ekonomi pertumbuhan ekonomi ekonomi indonesia Demo Massa Penolak Pemilu
23 Mei 2019 10:11
Jakarta: Peneliti Institute of Development for Economics and Finance (INDEF) Andry Satrio Nugroho menilai aksi massa yang terjadi pada 21-22 Mei 2019 belum akan berpengaruh besar terhadap industri dan perdagangan nasional.
 
"Apa yang terjadi dua hari ini kami melihat belum ada dampak signifikan, karena memang sejauh ini hanya beberapa pusat ritel yang tutup dan hanya di Jakarta Pusat," kata Andry, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Kamis, 23 Mei 2019.
 
Menurut dia tidak terjadi perlambatan aktivitas industri maupun perdagangan hingga hari ini, karena situasi di daerah lain di Indonesia relatif kondusif. "Memang pergerakan IHSG terjadi kontraksi dan ini terjadi karena kepanikan pasar, tapi kondisinya hanya sementara," tukas Andry.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kendati demikian, ia menyampaikan agar kondisi saat ini dapat segera diredam untuk mengantisipasi dampak terhadap perekonomian jangka panjang. "Sejauh ini masih aman. Tapi mungkin dunia internasional ada kepanikan tersendiri, karena ini terjadi di pusat pemerintahan. Ke depannya harus diredam," ujar Andry.
 
Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis pagi terpantau dibuka di zona hijau. Indeks saham acuan Indonesia mampu menghijau meski sejumlah massa sempat melakukan kericuhan akibat menolak hasil keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait Pilres 2019.
 
IHSG Kamis, 23 Mei 2019, perdagangan pagi dibuka melonjak sebanyak 4,39 poin atau setara 0,1 persen ke level 5.944. Sedangkan LQ45 menguat sebanyak 1,42 poin atau setara 0,2 persen ke posisi 923 dan JII menanjak sebanyak 0,75 poin atau setara 0,1 persen ke posisi 622.
 
Pagi ini, seluruh sektor terlihat didominasi di zona hijau. Sektor keuangan menguat sebanyak 2,96 poin, sektor infrastruktur naik 0,87 poin, dan sektor properti menanjak 0,44 poin. Sedangkan sektor konsumer turun sebanyak 4,21 poin, dan sektor manufaktur tertekan sebanyak 1,38 poin.
 
Volume perdagangan pagi ini tercatat sebanyak 312 juta lembar saham senilai Rp75 miliar. Sebanyak 49 saham terpantau menguat, sebanyak 20 saham terlihat tertekan, sebanyak 83 saham tidak berubah, dan sebanyak 560 saham tidak mengalami perdagangan.
 
Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 100,72 poin atau 0,39 persen menjadi 25.776,61. Sementara itu, S&P 500 turun sebanyak 8,09 poin atau 0,28 persen menjadi 2.856,27. Indeks Komposit Nasdaq turun 34,88 poin atau 0,45 persen menjadi 7.750,84.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif