Gedung BKPM (Foto: Setkab)
Gedung BKPM (Foto: Setkab)

BKPM Tawarkan Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik

Ekonomi investasi bkpm ekonomi indonesia
Antara • 14 Agustus 2019 14:03
Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang menyelenggarakan kegiatan penjajakan pasar (market sounding) untuk menawarkan proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Kota Semarang.
 
Direktur Perencanaan Infrastruktur BKPM Heldy Satrya Putera mengatakan kegiatan itu dihadiri oleh sekitar 300 peserta yang berasal dari perwakilan Kedutaan Besar Australia, Spanyol dan Slovakia, BUMN, perusahaan swasta nasional maupun asing, pelaku industri pengelolaan sampah, kontraktor, perbankan dan lembaga keuangan, konsultan serta asosiasi bisnis terkait.
 
Beberapa perusahaan yang hadir yakni General Electric, Itochu Corporation, Siemens Indonesia, Samsung C&T Corporation, Fortum, Nusantara Infrastructure, Tractebel Engineering Indonesia, Adaro Power, Marubeni, LEN Industri, Posco E&C, Sumitomo Corp, JICA, PP Energi, Waskita Karya (Persero), PT Hutama Karya dan PT Shanghai Electric Power Construction.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Heldy Satrya Putera menyampaikan berdasarkan dokumen Outline Business Case (OBC), Pemerintah Kota Semarang menekankan outcome proyek pada pengelolaan sampah kota, sehingga membuka kesempatan penggunaan teknologi selain Waste to Energy selama memenuhi ruang lingkup spesifikasi output dan persyaratan minimum yang telah disepakati.
 
Ia menambahkan total investasi yang dibutuhkan akan bergantung pada jenis teknologi yang ditawarkan oleh perusahaan, pada saat pengajuan proposal dokumen penawaran lelang. Untuk mekanisme pengembalian investasi, dapat menggunakan tipping fee dengan indikasi kemampuan kapasitas fiskal Pemkot Semarang.
 
"Yaitu sebesar Rp100 miliar-Rp150 miliar per tahun,” jelasnya, seperti dikutip dari Antara, Rabu, 14 Agustus 2019.
 
Proyek PSEL bertujuan untuk mengatasi permasalahan sampah di Kota Semarang yang terus meningkat, sedangkan kapasitas TPA Jatibarang diperkirakan akan melebihi kapasitasnya dalam dua tahun ke depan. Diharapkan teknologi yang akan digunakan investor dapat mengurangi lebih dari 80 persen timbunan sampah Kota Semarang.
 
Lingkup proyek yang ditawarkan meliputi Design, Build, Finance, Operate, Maintain, dan Transfer (DBFOMT) dengan masa konsesi selama 20 tahun ditambah dengan masa konstruksi selama dua tahun. Pengembalian investasi dengan menggunakan mekanisme tipping fee dengan penjaminan dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia.
 
Proyek PSEL Kota Semarang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) serta salah satu proyek di 12 Kota Prioritas Nasional yang tercantum dalam Perpres No. 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif