Kecepatan Kereta Cepat Diragukan Bisa 300 Km/Jam
Ilustrasi. (Foto: Antara/Hafidz).
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meragukan kereta cepat Jakarta-Banung dapat beroperasi dengan kecepatan 300 kilometer (km) per jam.

"Menurut kajian kereta ini apa bisa feasible (terwujud) 300 km ke atas. Itu yang kita kaji, bagaimana kelanjutannya sambil berjalan saja," ujar Luhut di Gedung Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Rabu, 14 Februari 2018.

Luhut menambahkan pengoperasian kereta tersebut diperkirakan akan selesai pada akhir 2019.

"Untuk kereta cepat, kita kaji yang pasti tidak selesai di 2019. Yang penting mulai tapi benar jangan sampai mangkrak, seperti Light Rail Transit (LRT) ini kan bagus," pungkasnya.

Luhut mengungkapkan saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Komisaris Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Sahala Lumban Gaol terkait pembebasan lahan.

"Masalah tanah tadi Pak Sahala sudah sudah rapat dua hari yang lalu, kemudian masalah izin juga sudah tinggal nanti Senin atau Selasa kami mau lihat bisnis modelnya, bagaimana angka-angkanya, sehingga pencarian dana ini bisa selesai," ujarnya.

Sahala sebelumnya mengatakan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung masih terhambat beberapa masalah yang harus diselesaikan.

"Ini tolong dipahami soal Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) nasional itu baru selesai April 2017, penetapan lokasi juga baru selesai Juli sampai Oktober 2018," jelas Sahala.

Namun demikian, tanah kereta cepat yang sudah diselesaikan untuk dikerjakan mencapai 55 km, dari total jarak sebanyak 142 km. "Tanahnya sudah kita serahkan 55 km kepada kontraktor. Seluas 33 km persiapan land clearing dan sisanya 22 km siap dibangun," sebut Sahala.



(AHL)