Antisipasi Inflasi, Kemendag Turunkan Petugas di Pasar

Kautsar Widya Prabowo 06 Juni 2018 19:30 WIB
inflasi
Antisipasi Inflasi, Kemendag Turunkan Petugas di Pasar
Illustrasi (ANT/Aditya Pradana Putra).
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) sedang mengantisipasi melonjaknya inflasi menjelang lebaran. Salah satu cara mengantisipasi inflasi adalah dengan menurunkan beberapa petugas Kemendag di pasar untuk memantau kelonjakan harga.

Direktur Perdagangan Dalam Negeri Tjahja Widayanti menjelaskan pihaknya sudah menerjunkan petugas sejak 28 Mei, untuk menjaga harga supaya tidak bergerak naik.

"Kita pantau benar-benar di lapangan mulai 28 Mei sampai H-1 Lebaran semua pegawai Kemendag di lapangan," ujar di Gudang Bulog Divisi Regional Jakarta dan Banten, Rabu, 6 Juni 2018.

Ia menambahkan, pemantauan harga tidak hanya sebelum lebaran, melainkan setelah Lebaran akan tetap dipantau, bahkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita ikut memantau.

"Pasca-Lebaran kita pantau tapi tidak turun ke lapangan, tapi biasanya Pak Mendag akan sidak," tambahnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut rendahnya inflasi pada periode Ramadan tahun ini bukan disebabkan oleh rendahnya daya beli masyarakat. Meskipun inflasi ramadan tahun ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan inflasi ramadan pada tahun lalu dan 2016.

"Angka (inflasi) 0,21 persen itu yang tidak biasa adalah volatile food pada bulan ini memang betul-betul sangat terkendali," kata Kepala BPS Suhariyanto

Secara komponen, inflasi inti tercatat sebesar 0,21 persen, harga yang diatur pemerintah (administered price) 0,27 persen, dan pangan bergejolak (volatile food) 0,19 persen. Suhariyanto menyebut inflasi inti memberi andil cukup besar terhadap inflasi mencapai 0,12 persen

Inflasi Ramadan 2018 jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang tercatat 0,39 persen dan inflasi Ramadan 2016 sebesar 0,66 persen.



(SAW)