Asian Games 2018 Libatkan 400 UMKM
Ketua Pelaksana Asian Games 2018 Erick Thohir (kedua dari kiri). (FOTO: Medcom.id/Desi)
Jakarta: Perhelatan akbar Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang melibatkan sedikitnya 400 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia. Pelibatan UMKM khususnya untuk menyediakan produk dalam negeri berupa merchandise resmi Asian Games 2018.

Ketua Pelaksana Asian Games 2018 Erick Thohir mengatakan dari ratusan UMKM yang terlibat, sebagian besar berada di sektor makan dan minum. Sebagian lagi khusus memproduksi fesyen hingga pernak pernik Asian Games.

"Iya ada sekitar 400 UMKM yang terlibat dan masih akan ada yang berminat," kata Erick, dalam jumpa pers di Gedung Utama GBK, Jakarta, Rabu, 30 Mei 2018.


Asian Games melibatkan UMKM lokal. (FOTO: Medcom.id/Desi)

Sementara, ratusan UMKM tersebut digandeng oleh 17 pemegang lisensi resmi merchandise Asian Games 2018. Sebanyak 15 lisensi berasal dari perusahaan lokal berkualitas sedangkan sisanya perusahaan luar negeri.

"85 persen lokal karena rasa nasionalisme enggak usah dipertanyakan, kita ingin produk Indonesia dan masyarakatnya juga," tutur dia.

Menurutnya dampak ekonomi langsung penyelenggaraan pesta olahraga terbesar se-Asia ini diperkirakan mencapai Rp45,1 triliun. Angka itu dihitung dari sisi pengeluaran pengunjung, investasi infrastruktur pendukung, dan operasional acara.

"Saat ini Bappenas masih menghitung dampak tidak langsung dari perhelatan multi event terbesar kedua setelah olimpiade ini," tambah dia.

Direktur Merchandise Panitia Pelaksana Asian Games 2018 Mochtar Sarman menambahkan, pihaknya memprioritaskan perusahaan dan UMKM nasional untuk menjadi pemegang Iisensi merchandise resmi. Pemilihan pemegang lisensi tersebut dilakukan secara transparan dan akuntabel dengan mengumumkannya melalui website dan kemudian dipilih secara ketat berdasarkan kriteria yang dipersyaratkan.


Asian Games melibatkan UMKM lokal. (FOTO: Medcom.id/Desi)

"Kami yakin dengan mengedepankan perusahaan dan UMKM nasional dalam menyediakan merchandise resmi Asian Games akan memberikan warisan yang positif untuk kedepannya,” tambah Mochtar.

Adapun sistem kerja sama bisnis antara pemegang lisensi dengan panitia Inasgoc adalah sistem bagi hasil. Bagian untuk panitia dari hasil penjualan merchandise akan diserahkan ke negara. Sejumlah merchandise saat ini telah dijual di website resmi Asian Games 2018 dan booth resmi yang tersebar di 20 mal di Jakarta.

"Kami kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk selalu membeli merchandise resmi karena hasil dari penjualannya akan langsung diserahkan ke negara dan digunakan untuk kepentingan rakayat," tutup Mochtar.

Berdasarkan perhitungan sementara Bappenas, dampak ekonomi dari pengeluaran pengunjung selama tinggal di lndonesia untuk Asian Games 2018 sebesar Rp3,6 triliun dengan komposisi 88 persen pengeluaran berasal dari penonton dan wisatawan, diikuti 4,67 persen pengeluaran oleh atlet, 3,96 persen pengeluaran awak media, 2,34 persen pengeluaran official, dan 0,77 persen pengeluaran sukarelawan. Akomodasi diperkirakan menjadi komponen pengeluaran terbesar yang mencapai Rp1,3 triliun.

 



(AHL)