Bank Indonesia. Foto : MI.
Bank Indonesia. Foto : MI.

BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di 5%

Ekonomi bank indonesia suku bunga
Husen Miftahudin • 23 Januari 2020 15:58
Jakarta: Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI 7-Days Repo Rate) pada posisi lima persen di awal 2020. Posisi suku bunga acuan ini telah bertahan sejak November 2019.
 
"Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 Januari 2020 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar lima persen," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Januari 2020.
 
Bank sentral juga mempertahankan suku bunga deposit facility di level 4,25 persen dan suku bunga lending facility sebesar 5,75 persen. Kebijakan moneter ini tetap akomodatif dan konsisten dengan prakiraan inflasi yang terkendali dalam kisaran sasaran, stabilitas eksternal yang terjaga, serta upaya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Perry, strategi operasi moneter terus ditujukan untuk menjaga kecukupan likuiditas dan mendukung transmisi bauran kebijakan yang akomodatif. Sementara itu, kebijakan makroprudensial yang akomodatif ditempuh untuk mendorong pembiayaan ekonomi sejalan dengan siklus finansial yang di bawah optimal dengan tetap memerhatikan prinsip kehati-hatian.
 
"Kebijakan sistem pembayaran dan kebijakan pendalaman pasar keuangan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi," ungkapnya.
 
Ke depan, Perry bilang Bank Indonesia akan mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik dalam memanfaatkan ruang bauran kebijakan yang akomodatif untuk menjaga tetap terkendalinya inflasi dan stabilitas eksternal serta turut mendukung momentum pertumbuhan ekonomi.
 
"Koordinasi Bank Indonesia dengan pemerintah dan otoritas terkait terus diperkuat guna mempertahankan stabilitas ekonomi, mendorong permintaan domestik, serta meningkatkan ekspor, pariwisata, dan aliran masuk modal asing, termasuk Penanaman Modal Asing (PMA)," tutup Perry.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif