Garuda Indonesia. Foto : MI/Angga Yuniar.
Garuda Indonesia. Foto : MI/Angga Yuniar.

Berita Terpopuler Ekonomi: Virus Korona, Garuda, hingga ASABRI

Ekonomi Berita Menarik Ekonomi Sepekan
Arif Wicaksono • 26 Januari 2020 15:01
Jakarta: Lima berita ekonomi telah menarik perhatian publik dalam sepekan. Berita tersebut berasal dari berbagai topik seperti asuransi, penerbangan, hingga virus korona yang lagi ngetren belakangan ini.
 
Sementara berita mengenai ASABRI dan Asuransi Jiwasraya masih menjadi perhatian publik. Selain itu ada juga berita mengenai pergantian direksi Garuda yang sudah lama ditunggu-tunggu. Tak bisa dilupakan juga adanya kemajuan dalam revolusi digital dengan sistem QRIS yang dikeluarkan Bank Indonesia. Kami bagikan ringkasan lima berita tersebut beserta tautan ke sumber bacaan langsung.
 
1. Tak Ada Skema Bailout untuk Selamatkan ASABRI

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan menyebutkan bahwa penanganan kasus PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) tidak akan menggunakan skema bailout.
 
Heri menuturkan hal tersebut sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (UU PPKSK) yang telah disahkan pada 2016.
 
Menurutnya, jika kasus ASABRI berpotensi berdampak sistemik seperti PT Asuransi Jiwasraya (Persero) maka skemanya bukan bailout, melainkan bail in yakni penanganan permasalahan likuiditas menggunakan sumber daya internal atau pemegang saham.
 
Berita lengkapnya di sini.
 
2. Pemerintah Ubah Kebijakan KUR 2020
 
Pemerintah mengubah kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2020 demi mendorong pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kebijakan ini penting untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkeadilan.
 
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan terdapat empat poin kebijakan yang dirubah pemerintah tahun ini. Di antaranya, menurunkan bunga KUR menjadi enam persen dari sebelumnya tujuh persen.
 
Sementara subsidi bunga tetap 10,5 persen untuk KUR Mikro, KUR kecil sebesar 5,5 persen dan KUR TKI sebesar 14 persen. "Suku bunga turun, plafon naik, kita setting KUR lima tahun ke depan," ungkapnya di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020.
 
Berita lengkapnya di sini.
 
3. Garuda Diminta Perluas Pendapatan
 
Ifran Setiaputra telah dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Irfan pun diminta agar memperluas bisnis dan sumber pendapatan perusahaan pelat merah itu.
 
Permintaan tersebut disampaikan oleh mantan Komisaris Utam Garuda Indonesia Sahala Lumban Gaol. Sahala mengatakan agar perseroan bisa mencari sumber pendapatan yang tidak hanya berasal dari bisnis tiket, namun non tiket. Selama ini bisnis penjualan tiket pada penumpang masih berkontribusi 80 persen terhadap pendapatan perusahaan.
 
Berita lengkapnya di sini.
 
4. Transaksi Uang Elektronik Naik Drastis
 
Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi uang elektronik per Desember 2019 tumbuh 188,31 persen (yoy). Hal ini dinilai sejalan dengan terus menguatnya preferensi masyarakat kepada penggunaan uang digital.
 
Gubernur BI Perry Warjiyo menambahkan Bank Indonesia terus memperluas akseptasi standar QR Code untuk pembayaran digital melalui aplikasi uang elektronik server based atau QR Code Indonesia Standard (QRIS). Mulai dari transaksi di pasar-pasar tradisional, perguruan tinggi, hingga transaksi lintas negara. BI-FAST sebagai salah satu solusi infrastruktur sistem pembayaran ritel yang cepat, real-time, tersedia setiap saat, aman, dan murah, akan mulai dibangun.
 
Berita lengkapnya di sini.
 
5. Garuda Belum Berencana Setop Penerbangan ke Negara Terdampak Virus Korona
 
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk belum berencana memberhentikan sementara penerbangan ke negara-negara terdampak wabah virus korona. Selain Tiongkok, virus korona terdeteksi telah menjangkit sejumlah negara seperti Singapura, Thailand, Hong Kong, Korea Selatan, Jepang, Vietnam, Taiwan, dan Amerika Serikat.
 
"Kita belum ada plan untuk menghentikan trayek, clear itu. Ini ada komitmen masa lalu karena orang sudah order tiket dan segala macam," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam konferensi pers di Gedung Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Januari 2020.
 
Irfan mengaku Garuda Indonesia berhati-hati dalam menerapkan pemberhentian sementara penerbangan ke sejumlah trayek. Namun tidak menutup kemungkinan diberlakukan bila kondisinya menjadi lebih parah.
 
Berita lengkapnya di sini.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif