Petrokimia Gresik Salurkan Bantuan Rp2,26 Miliar. (FOTO; dok Petrokimia Gresik)
Petrokimia Gresik Salurkan Bantuan Rp2,26 Miliar. (FOTO; dok Petrokimia Gresik)

Petrokimia Gresik Salurkan Bantuan Rp2,26 Miliar

Ekonomi pupuk indonesia
Husen Miftahudin • 23 Mei 2019 13:18
Jakarta: Anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Petrokimia Gresik menyalurkan bantuan kepada 580 anak asuh kurang mampu dan siswa berprestasi, 18 pondok pesantren, serta 28 panti asuhan di seluruh Kabupaten Gresik. Selain itu, Petrokimia Gresik juga menyalurkan bantuan sembako, perbaikan sanitasi, serta penyambungan listrik bagi warga sekitar.
 
Direktur Teknik dan Pengembangan Petrokimia Gresik, Arif Fauzan menyebutkan total bantuan perusahaan kepada masyarakat senilai Rp2,26 miliar. Menurutnya, bantuan ini sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap pendidikan dan kesehatan masyarakat.
 
"Pendidikan, kesehatan, sarana pendidikan, serta akses listrik merupakan sumber daya yang berperan penting dalam membangun kualitas hidup yang lebih baik," ujar Arif dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis, 23 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari total bantuan Rp2,26 miliar, lanjut Arif, bantuan untuk anak asuh dan siswa berprestasi sebesar Rp480 juta, dukungan operasional pondok pesantren dan yayasan panti asuhan Rp115 juta, sembako Rp1,28 miliar, perbaikan sanitasi Rp290 juta, serta akses listrik sebesar Rp100 juta.
 
"Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup, baik di bidang pendidikan, kesehatan, dan sebagainya," jelas Arif.
 
Bantuan ini merupakan bagian dari program 'Petrokimia Gresik Peduli dan Berbagi' dimana selama Ramadan tahun ini perusahaan menggelar serangkaian kegiatan sosial-kemasyarakatan yang melibatkan warga sekitar perusahaan, khususnya, dan warga Kabupaten Gresik pada umumnya.
 
"Selain ungkapan rasa syukur dan saling berbagi di bulan suci Ramadan, bantuan ini juga merupakan bentuk keinginan perusahaan untuk dapat tumbuh dan berkembang bersama masyarakat sekitar," tukas Arif.
 
Lebih lanjut Arif meminta penerima bantuan untuk medukung perusahaan agar dapat mejalankan program transformasi bisnis yang saat ini sedang digalakkan oleh manajemen.
 
"Program transformasi bisnis ini untuk mewujudkan diri sebagai produsen pupuk dan bahan kimia yang tak hanya mampu mendukung ketahanan pangan nasional, namun memberikan solusi bagi sektor agroindustri melalui penyediaan produk dan jasa yang dimiliki oleh perusahaan," tutup Arif.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif