Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad Baidowi. Medcom.id/Intan Yunelia
Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad Baidowi. Medcom.id/Intan Yunelia

Perusahaan BUMN Mendapat 'Obat' Penyembuhan

Ekonomi bumn
Ilham wibowo • 15 Desember 2019 17:49
Jakarta: Anggota Komisi VI Achmad Baidowi mendukung upaya Menteri BUMN Erick Thohir menertibkan perusahaan-perusahaan berpelat merah. Apalagi, perusahaan BUMN sebagai salah satu tumpuan penerimaan negara.
 
"Nah itu harus ada penertiban," kata Baidowi di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Minggu, 15 Desember 2019.
 
Baidowi mengatakan pimpinan juga harus mengetahui perkembangan seluruh perusahaan BUMN. Jangan sampai ada anak perusahaan dari BUMN yang tidak diketahui pimpinannya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini merupakan penyakit akut yang harus disembuhkan," tegas dia.
 
Penerapan konsep subholding dalam memperbaiki perusahaan BUMN juga mendapat dukungan dari Parlemen. Namun, pemerintah harus cermat dalam memilih perusahaan yang akan ditutup.
 
"Subholding itu tidak serta merta diberlakukan secara bersamaan ke semuanya, harus dipilah. Anak BUMN yang membebani induk itu harus dilikuidasi, tetapi kalau anak cucu BUMN itu justru menyehatkan BUMN dia dikembangkan bisnisnya," tutur dia.
 
Baidowi menyoroti keberadaan Garuda Tauberes, cucu perusahaan dari Garuda Indonesia, yang asetnya hanya Rp1,87 miliar. Perusahaan tersebut baru terungkap setelah adanya audit menyeluruh yang dilakukan Menteri Erick Tohir.
 
"Ada BUMN Garuda Tauberes, itu juga kaget, cucu Garuda Indonesia kalau itu membebani ya hapus, kami sepakat," pungkas dia.
 

 

(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif