Ilustrasi bioskop. (FOTO: MI/Susanto)
Ilustrasi bioskop. (FOTO: MI/Susanto)

Industri Perfilman Diharap Cetak 100 Ribu Bioskop Baru

Ekonomi daftar negatif investasi
Eko Nordiansyah • 13 Februari 2016 09:05
medcom.id, Cilegon: Badan Kooordinasi Penanaman Modal (BKPM) menginginkan ada tambahan hingga 100 ribu bioskop baru dengan dibukanya investasi asing di industri perfilman. Pasalnya, hingga saat ini jumlah bioskop di Indonesia masih minim dan terbatas di kota-kota besar.
 
"Di Indonesia bioskop hanya 1.000, tapi di Beijing itu ada 100 ribu. Selain itu, di Indonesia bioskop hanya terkonsentrasi di kota besar," ujar Kepala BKPM Franky Sibarani di PT Asahimas Chemical, Jalan Raya Anyer, Cilegon, Jumat (12/2/2016).
 
Dengan banyaknya bioskop yang dibuka, Franky berharap akan terjadi peningkatan produksi film Indonesia. Hal ini sebagaimana tertera dalam Undang-Undang bahwa 60 persen dari jam tayang bioskop harus menayangkan film-film Indonesia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Misal ada 100 ribu maka akan ada 60 ribu film Indonesia yang dibuat. Efeknya bukan hanya bioskop tapi tiket lebih murah, bahkan tidak menutup kemungkinan akan kekurangan talent jadi akan membuka peluang buat orang talent yang terlibat dalam pembuatan film tadi," jelas dia.
 
Franky menambahkan, pemerintah memang perlu menyiapkan aturan tambahan untuk tetap melindungi industri perfilman nasional. Misalnya, pembangunan bioskop di daerah dan penggunaan tenaga kerja dalam negeri.
 
"Tapi pemerintah harus smart juga dengan mendorong bioskop itu juga ada di daerah. Kemudian berapa yang akan memakai talent lokal dalam pembuatan filmnya. Jadi itu nilai yang mau kita harapkan dari pembukaan investasi jadi 100 persen," pungkasnya.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif