Ilustrasi (MI/Aries Munandar)
Ilustrasi (MI/Aries Munandar)

Perwakilan Uni Eropa Tinjau Perkebunan dan Pengolahan Sawit PTPN V

Ekonomi minyak sawit kelapa sawit
Husen Miftahudin • 10 Mei 2019 05:08
Jakarta: Sebanyak 12 delegasi Uni Eropa (UE) dan kedutaan besar negara anggota Uni Eropa mengunjungi perkebunan sawit milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V di Riau. Kunjungan ini merupakan wujud diplomasi ekonomi menuju pengakuan Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) di Eropa sebagai bagian dari proyek prioritas nasional 2019 yang sedang digencarkan Direktorat Kerjasama lntrakawasan dan Antarkawasan Amerika dan Eropa, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).
 
"Meningkatkan pemahaman UE mengenai kelapa sawit dan ISPO penting guna menghadapi persepsi negatif di negara-negara anggota UE. PTPN V siap membantu pemerintah memperkenalkan kelapa sawit ke perwakilan dubes UE," kata Direktur Utama PTPN V, Jatmiko K Santosa dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis, 9 Mei 2019.
 
Uni Eropa merupakan salah satu pasar ekspor minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) terbesar bagi Indonesia, kedua setelah India. Data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menunjukkan, jumlah ekspor CPO ke UE mencapai 4,78 juta ton atau sekitar 14,92 persen dari total ekspor CPO.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Begitu pula untuk ekspor produk turunannya, mencapai 32,02 juta ton pada 2018. Sementara ekspor ke India sebanyak 6,71 juta ton, Amerika Serikat 1,21 juta, dan kumpulan negara-negara lain 6,44 juta ton.
 
PTPN V tercatat sebagai BUMN perkebunan yang mengantongi sertifikat minyak sawit berkelanjutan seperti RSPO, ISPO, dan ISCC. Ini menunjukkan perusahaan telah menerapkan aspek berkelanjutan dalam proses budi dayanya dan mengantongi sertifikasi sustainability terbanyak di antara perusahaan perkebunan pelat merah lainnya.
 
(Baca: Indonesia Bidik Pasar Sawit Selain Uni Eropa)
 
Seluruh CPO yang dihasilkan PTPN V dari 12 pabrik kelapa sawit milik PTPN V telah memperoleh sertifikasi ISPO. Dua pabrik kelapa sawit di antaranya telah memeroleh sertifikasi ISCC, sertifikasi khusus pasar Eropa.
 
"Kami percaya prinsip people planet dan profit akan menjaga kebersinambungan PTPN V. Kami fokus untuk terus memproduksi CPO bersertifikat sustainable melebihi keinginan dari kebutuhan di negara Eropa yang menginginkan CPO yang sustainable," terang Jatmiko.
 
Saat ini PTPN V memiliki biogas power plant yang menghasilkan listrik di dua tempat, yaitu di Tandun, Kabupaten Kampar, dengan kapasitas 1,5-2 megawatt dan PLT Biogas Teratam yang mengolah palm oil mill effluent (POME) atau limbah cair dari pabrik kelapa sawit dan mampu menghasilkan listrik sebesar 700 kilowatt (KW).
 
"Penerapan sawit yang lestari bukanlah menyulitkan, tapi jadi mimpi besar PTPN V untuk menjadi contoh sukses peningkatan nilai tambah dari limbah kelapa sawit, sekaligus meningkatkan kemampuan inovasi teknologi pemanfaatan limbah cair menjadi energi listrik di Indonesia," imbuhnya.
 
Kelapa sawit dinilai merupakan alternatif sumber energi yang paling baik untuk menggantikan sumber energi fosil yang tak lama lagi akan habis. Tanaman ini memiliki produktifivitas yang tinggi dan ramah lingkungan.
 

(JMS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif