Direktur Utama Freeport Indonesia Tony Wenas. Medcom/Suci.
Direktur Utama Freeport Indonesia Tony Wenas. Medcom/Suci.

Freeport Terawang Potensi Sumber Daya di Papua hingga 2071

Ekonomi freeport ekonomi indonesia
Suci Sedya Utami • 27 Februari 2019 18:58
Jakarta: Izin usaha pertambangan khusus (IUPK) PT Freepot Indonesia (PTFI) hanya diberikan pemerintah hingga 2041. Namun Freeport melihat adanya potensi sumber daya (resource) yang bisa ditambang di Papua hingga 2071.
 
Direktur Utama Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan di zona kedalaman paling bawah, Papua memiliki sumber daya yang bagus yakni sekitar 2,1 miliar ton. Dia bilang jika sumber daya tersebut dikonversi menjadi cadangan (reserve) maka akan bisa mencapai 20 tahun.
 
"2071, itu kan kalau dihitung kira kira ada resource. Sumber daya kan harus dieksplorasi untuk bisa menjadi cadangan," kata Tony dalam acara Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEl) Annual CEO Forum 2019 di Hotel Fairmont, Jakarta Selatan, Rabu, 27 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Oleh karenanya, kata Tony, Freeport akan berdiskusi dengan PT Inalum sebagai pemilik saham mayoritas terkait hal tersebut. Sebab masa kontrak akan habis di 2041. Namun Tony menegaskan selama ada area potensial, perusahaan tidak ragu mengeluarkan dana untuk ekplorasi di daerah tersebut.
 
"Untuk potensi di sana, bersama Bu Ratih (Direktur Mining and Metals Industry Indonesia Inalum Ratih Amri) untuk berdiskusi lebih jauh tentang bagaimana memaksimalkan sumber daya," tutur dia.
 
Adapun untuk cadangan tembaga, Tony menambahkan apabila Freeport bisa menambang 150 ribu ton per hari, maka akan bisa menumpuk cadangan hingga 1,8 miliar ton di 2051.
 
"Kalau ada sumber daya lagi yang bisa dijadikan cadangan bisa tambah lagi. Tetapi pada dasarnya reserve dan sumber daya yang ada di situ lebih dari 2041," jelas Tony.
 
Menyusut
 
Pada tahun ini PT Freeport Indonesia (PTFI) menyatakan produksi ore atau biji mineral mentah bakal mengalami penyusutan. Hal ini sejalan dengan masa penambangan di tambang terbuka Grasberg yang juga memasuki akhir hayat.
 
Direktur Utama PTFI Tony Wenas mengatakan produksi ore tahun ini ditargetkan sebesar 41 juta ton. Sementara di 2018, realisasi produksi ore PTFI mencapai 68 juta ton. Artinya ada penurunan sebesar 27 juta ton.
 
"2019 dengan berhentinya tambang terbuka kita berencana untuk memproduksi 41 juta ton ore," kata Tony dalam acara Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEl) Annual CEO Forum 2019 di Hotel Fairmont, Jakarta Selatan, Rabu, 27 Februari 2019.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif