Direktur Utama BNI Syariah Firman Wibowo (tengah). (FOTO: dok BNI Syariah)
Direktur Utama BNI Syariah Firman Wibowo (tengah). (FOTO: dok BNI Syariah)

Laba Bersih BNI Syariah Tumbuh 35,67% di 2018

Ekonomi bni syariah
Angga Bratadharma • 14 Februari 2019 13:26
Jakarta: PT Bank Negara Indonesia Syariah atau BNI Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp416,08 miliar pada 2018. Adapun perolehan laba bersih tersebut tumbuh sebanyak 35,67 persen dibandingkan dengan pencapaian di 2017.
 
"Kenaikan laba disokong oleh ekspansi pembiayaan, peningkatan fee based, dan rasio dana murah yang optimal," ungkap Direktur Utama BNI Syariah Firman Wibowo, saat pemaparan kinerja BNI Syariah Triwulan IV-2018, di Kantor Pusat BNI Syariah, Jakarta, Kamis, 14 Februari 2019.
 
Sedangkan aset BNI Syariah per Desember 2018 mencapai Rp41,05 triliun atau tumbuh sebanyak 17,88 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Dari sisi penghimpunan dana yakni Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI Syariah mencapai Rp35,50 triliun atau tumbuh 20,82 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan jumlah nasabah mencapai lebih dari 3 juta. Komposisi DPK tersebut didominasi oleh dana murah (giro dan tabungan) yang mencapai 55,82 persen. Komposisi dana murah ini juga meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang berada di posisi 51,60 persen," tutur Firman.
 
Sementara dari sisi penyaluran dana, BNI Syariah mencatat telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp28,30 triliun atau naik 19,93 persen. Komposisi pembiayaan di 2018 disumbangkan oleh segmen konsumer sebesar Rp13,92 triliun (49,17 persen), diikuti segmen komersial sebesar Rp7,00 triliun (24,74 persen), dan segmen kecil dan menegah sebesar Rp5,97 triliun (21,09 persen).
 
"Selain itu, segmen mikro sebesar Rp1,08 triliun (3,82 persen), dan Hasanah Card sebesar Rp332,69 miliar. Sedangkan untuk kualitas penyaluran pembiayaan atau Non Performing Financing (NPF) berada di bawah tiga persen yaitu sebesar 2,93 persen di 2018," ungkap Firman.
 
Lebih lanjut, Firman mengatakan, BNI Syariah mencanangkan 2019 sebagai tahun quality growth di mana BNI Syariah diharapkan dapat tumbuh secara berkualitas, baik dari sisi kapabilitas organisasi maupun secara bisnis termasuk untuk pembiayaan. Pilihan ini dinilai relevan untuk menghadapi sejumlah tren yang berkembang pada tahun ini.
 
Adapun tren yang berkembang itu baik di level global di antaranya adanya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, volatilitas mata uang, dan kecendrungan naiknya reference rate, termasuk juga adanya Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg).
 
Secara umum, lanjut Firman, pada 2019 BNI Syariah akan meningkatkan ekspansi pembiayaan kepada sektor komersial secara selektif kepada nasabah yang memiliki tingkat risiko rendah seperti BUMN. Namun, tambahnya, secara bankwide BNI Syariah akan meningkatkan porsi pembiayaan pada segmen ritel (small and medium) dan sedikit menurunkan porsi komersial.
 
"Pada 2019, kami menargetkan segmen komersial tumbuh di kisaran 20 persen. Dengan penyaluran yang dilakukan secara pruden kami meyakini bahwa NPF segmen ini bisa terjaga di bawah dua persen (di 2019)," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif