Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Kebutuhan Uang Pecahan Besar Selama Desember Capai 98%

Ekonomi bank indonesia
Husen Miftahudin • 21 Desember 2018 19:17
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mempersiapkan uang tunai untuk kebutuhan selama Desember 2018 sebanyak Rp101,1 triliun. Jumlah uang tunai tersebut sekaligus sebagai pasokan otoritas untuk kebutuhan Natal dan Tahun Baru.
 
Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI Luctor Tapiheru mengakui dari jumlah tersebut bank sentral mempersiapkan sekitar 98 persen uang pecahan besar. Uang pecahan besar yang dimaksud adalah uang kertas dengan nominal dari Rp20 ribu hingga Rp100 ribu.
 
"Ini berbeda karakteristiknya dengan (kebutuhan uang tunai saat) Lebaran. Pas Lebaran kebutuhan uang kecilnya lebih banyak karena uang kecil jadi kebiasaan masyarakat sebagai angpau. Tapi kalau di Natal (uang pecahan besar) seperti itu enggak banyak," ujar Luctor dalam diskusi di kantor BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 21 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hingga hari ini, jumlah penarikan uang tunai yang dilakukan perbankan dari BI sekitar Rp77 triliun. Per hari ini saja, terdapat penarikan uang tunai sebanyak Rp18 triliun hingga Rp19 triliun.
 
"Jadi sampai sebelum libur tiga hari ke depan, itu Rp58 triliun (penarikan uang tunai hingga Kamis, 20 Desember 2018) ditambah sekitar Rp18 triliun sampai Rp19 triliun itu berarti Rp77 triliun dari Rp101 triliun," jelas dia.
 
Di sisi lain, Luctor mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dalam melakukan transaksi. Pasalnya, banyak uang palsu yang tersebar selama hari-hari besar keagamaan seperti Lebaran dan Natal, termasuk libur akhir tahun.
 
"Kita mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap uang yang diterima dan ditransaksikan melalui 3D (Dilihat, Diraba, dan Diterawang). Itu sangat efektif untuk mendeteksi pemalsuan uang," imbuhnya.
 
Luctor juga mengimbau agar masyarakat menjaga kualitas uang tunai dengan melakukan 5J: Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Diremas, Jangan Dibasahi, dan Jangan Distepler.
 
"Ini semua untuk menjaga agar kualitas uang kita tetap layak untuk digunakan. Karena uang itu jug jadi simbol negara kita," tutup Luctor.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif