Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (FOTO: ANTARA/Widodo S. Jusuf)
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (FOTO: ANTARA/Widodo S. Jusuf)

Dilarang Beli Barang Mewah, Mendag: Saya Jarang Belanja

Ekonomi produk dalam negeri
Husen Miftahudin • 01 Desember 2016 20:19
medcom.id, Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja mengeluarkan surat arahan yang ditujukan kepada menteri, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung hingga pemimpin lembaga nonpemerintah. Isinya, pejabat-pejabat tersebut dilarang membeli barang mewah saat kunjungan ke luar negeri.
 
Para menteri diminta fokus pada tujuan kunjungan ke luar negeri itu. Penyambutan mereka juga saat di luar negeri juga diminta tidak dilakukan secara berlebihan.
 
Menanggapi hal itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita akan mematuhi arahan yang diberikan Jokowi. Lagipula, selama dirinya melakukan kunjungan ke luar negeri, Enggar mengaku jarang belanja.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya memang tidak belanja. Saya belanjanya batik, apalagi kalau pulang kampung dan itu wajib. Tapi itu bagus karena sebenarnya bapak Presiden memberikan contoh," ujar Enggar, usai menghadiri Rapimnas Kadin di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/12/2016).
 
Saat menghadiri pertemuan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Peru pun, mantan Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) ini tidak menyempatkan diri untuk berbelanja. Saat itu, Enggar terlalu sibuk untuk mempersiapkan pertemuan-pertemuan dengan beberapa perwakilan negara anggota.
 
"Saya juga waktu ke APEC hanya mondar-mandir di tempat meeting. Tidak ada kesempatan, karena kita langsung balik sehabis itu. Jadi hanya buat kerja saja di sana," papar dia.
 
Selain itu, Enggar juga mengaku tak pernah membawa rombongan dalam jumlah yang banyak saat melakukan lawatan ke luar negeri. Dia juga tidak pernah menggunakan ajudan saat lawatan tersebut.
 
"Rombongan (yang dibawa) tidak banyak, hanya yang terkait saja. Misalnya eselon satu itu pasti, kemudian Dirjen PPI (Perundingan Perdagangan Internasional), dan eselon dua yang terkait. Paling di bawah 4-5 orang," pungkas Enggar.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif