Menkeu Sri Mulyani. (FOTO: MI/Ramdani)
Menkeu Sri Mulyani. (FOTO: MI/Ramdani)

Sri Mulyani Sebut Kinerja Perdagangan RI Stagnan

Ekonomi perdagangan ri
Suci Sedya Utami • 02 Februari 2018 13:22
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan dalam empat tahun terakhir, kinerja pertumbuhan sektor perdagangan tak mengalami perkembangan signifikan.
 
Hal tersebut dikatakan Ani, sapaan Sri Mulyani dalam rapat kerja Kementerian Perdagangan, sekaligus menindaklanjuti sentilan Presiden Joko Widodo teradap kinerja ekspor yang masih berada di bawah negara ASEAN lainnya.
 
"Perdagangan kinerja dalam empat tahun terakhir relatif tetap sama pada lima persen atau bahkan kurang dari itu," di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis, 1 Februari 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Padahal apabila negara ingin agar petumbuan ekonominya tinggi, maka sektor services seperti perdagangan harus tubuh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
 
"Pertumbuhannya persis di bawah perekonomian nasional. Ini artinya under reform," tutur Ani.
 
Mantan Direkur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan dengan perdagangan Indonesia perlu diperbaiki, tertama menyangkut masalah diversifikasi pasar dagang.
 
Dia mengatakan Indonesia bisa menjajaki produknya ke negara-negara berkembang (middle income countries) yang menurut dirinya menjadi pasar yang cukup menjanjikan. Misalnya saja ke Afrika.
 
Selama ini Indonesia memandang Afrika sebagai wilayah yang terbelakang, sehingga dinilai kurang diminati untuk urusan perdagangan. Padahal, menurut dirinya, saat masih menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia dulu, ada juga negara-negara di Afrika yang memiliki ekonomi yang cukup tinggi.
 
"Di Afrika, itu banyak ekonomi di sana yang tumbuhnya di atas delapan persen bahkan 10 persen. Ethiopia, Tanzania, Kenya, Uganda, Rwanda, itu adalah semua yang akan tumbuh secara cukup tinggi," jelas dia.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif