Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dengan CEO The Coca-Cola Company James Quincey dalam rangkaian acara 2019 World Economic Forum Annual Meeting di Davos, Swiss. (Dok Kemenperin)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dengan CEO The Coca-Cola Company James Quincey dalam rangkaian acara 2019 World Economic Forum Annual Meeting di Davos, Swiss. (Dok Kemenperin)

Menperin Pastikan Coca-Cola dan Apple Tambah Investasi

Ekonomi world economic forum
Ilham wibowo • 25 Januari 2019 11:52
Davos: Pelaku industri skala global memberikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia bertekad menciptakan iklim investasi yang kondusif. Prioritas dalam memberikan kemudahan izin usaha juga dinilai membuahkan hasil positif.
 
Hal ini disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika melakukan pertemuan dalam rangkaian acara 2019 World Economic Forum Annual Meeting di Davos, Swiss.
 
"Apresiasi itu mereka sampaikan karena selama ini sudah diberikan kesempatan dan kemudahan untuk lebih bisa mengembangkan usahanya," kata Menperin sesuai keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat, 25 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemimpin perusahaan internasional yang bertemu dengan Menteri Airlangga, di antaranya adalah CEO The Coca-Cola Company James Quincey, VP of Environment, Policy and Social Initiatives Apple Lisa Jackson. Keduanya berkomitmen untuk terus menjalankan bisnisnya dan menargetkan bisa segera menambah investasi.
 
"Perbincangan dengan Coca-Cola, mereka juga ingin melakukan lebih banyak diversifikasi produk. Salah satu yang mereka lihat sangat potensial di Indonesia adalah minuman kopi. Tetapi mereka masih terbuka melihat produk-produk lain yang bisa dikembangkan di Indonesia," papar Airlangga.
 
Selain itu, The Coca-Cola Company melalui PT Coca-Cola Amatil Indonesia akan terus mendukung program ekonomi berkelanjutan. "Mereka pun menguatkan komitmennya di sektor green industry, seperti mendorong penggunaan recycle plastik untuk kemasan botol," imbuhnya.
 
Hingga saat ini, PT Coca-Cola Amatil Indonesia telah menyerap tenaga kerja lebih dari 11 ribu orang, dengan nilai investasi selama lima tahun (2012-2017) mencapai USD445 juta. Perusahaan ini juga berencana meningkatkan investasinya hingga USD300 juta sampai 2020.
 
"Kami memberikan apresiasi kepada Coca-Cola Amatil Indonesia sebagai pelopor dalam sektor industri minuman ringan," tutur Airlangga.
 
Apalagi, berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri makanan dan minuman menjadi salah satu sektor unggulan dalam penerapan era digital.
 
Sementara pihak Apple, kata Airlangga, saat ini mereka sedang menyiapkan acara wisuda perdana Apple Developer Academy di BSD City, Tangerang yang bakal digelar pada Maret 2019. Fasilitas yang beroperasi sejak Maret 2018 tersebut telah membina 200 peserta untuk mengikuti program pendidikan pengembangan aplikasi berbasis sistem operasi iOS selama satu tahun.
 
Selain didesain untuk mencetak talenta pengembang aplikasi berbasis sistem operasi iOS, Apple Developer Academy juga turut membangun ekosistem industri aplikasi iOS di Indonesia. "Mereka juga sudah siap membangun kembali pusat inovasi serupa di Surabaya dan Batam," ungkapnya.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif