Ilustrasi (Antara Foto/Hafidz Mubarak A/Indianto Eko Suwarso)
Ilustrasi (Antara Foto/Hafidz Mubarak A/Indianto Eko Suwarso)

IGJ: Kedua Capres Perlu Tingkatkan Produktivitas Nasional

Ekonomi surat utang ekonomi indonesia pilpres 2019
13 April 2019 12:31
Jakarta: Peneliti senior Indonesia for Global Justice (IGJ) Olisias Gultom menyarankan kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk meningkatkan produktivitas nasional sebagai cara untuk melakukan pengendalian utang. Hal itu menjadi penting agar rasio utang tidak memberikan beban terhadap perekonomian.
 
"Produksi nasional ditingkatkan menurut saya merupakan solusi dalam menjawab pengendalian utang dan kesejahteraan masyarakat. Tidak ada pilihan lain," tutur Olisias, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Sabtu, 13 April 2019.
 
Dia menjelaskan tidak ada cara lain untuk bisa melunasi utang selain memperkuat basis produksi. Jika berhasil meningkatkan hal tersebut bukan tidak mungkin bisa menghentikan laju utang. Di sisi lain, utang juga akan sulit terlunasi jika impor Indonesia masih tinggi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain meningkatkan produksi, menurut peneliti IGJ tersebut, kedua paslon juga perlu melakukan pemanfaatan utang dengan mengevaluasi alokasi utang-utang di beragam sektor. "Kita lihat saja alokasi utang-utang tersebut. Jadi kita evaluasi alokasi utang-utang selama ini ada di mana saja," tuturnya.
 
Olisias menilai utang tersebut jangan hanya dikontrol dalam angka-angka, namun pengendalian utang lebih terletak pada pemanfaatan utang tersebut.
 
"Persoalannya kalau utang ini tidak dimanfaatkan dengan baik, kita akan jatuh ke lubang atau jebakan yang sama. Jika produksi kita tidak meningkat dengan baik, utang tersebut tidak ada manfaatnya juga," tuturnya.
 
Ia menambahkan model utang saat ini berbeda, di mana tidak secara terbuka bisa dikatakan sebagai sebuah utang tapi modelnya dapat berbentuk investasi, melalui BUMN, atau lewat obligasi yang cenderung tidak terlihat secara kasat mata.
 
Sebelumnya Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai rasio utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) relatif masih aman, mengingat rasio utang terhadap PDB masih di bawah batas yang diperkenankan dalam UU sebesar 60 persen terhadap PDB.
 
Namun pihaknya mengingatkan bahwa mengukur utang tidak cukup hanya dengan melihat rasio. Adapun indikator-indikator lain juga harus diperhatikan salah satunya melalui surat utang pemerintah Indonesia yang dipegang oleh investor asing.
 
Debat terakhir Pemilu Presiden 2019 akan membahas tema ekonomi dan kesejahteraan rakyat, keuangan, investasi dan industri. Debat akan digelar Sabtu, 13 April, dan menghadirkan kedua paslon baik paslon nomor urut 01 maupun paslon nomor urut 02, dan menjadi debat penutup dari seluruh rangkaian debat Pemilu Presiden yang dimulai sejak Januari 2019.
 

(ABD)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif