<i>Fintech</i> Berpeluang Atasi Inefisiensi di Indonesia
Ilustrasi (Medcom.id/Mohammad Rizal)
Jakarta: Teknologi finansial atau financial technology (fintech) dinilai sangat berpeluang untuk bisa membantu mengatasi inefisiensi di segala bidang di Indonesia. Bahkan, bukan tidak mungkin kondisi itu bisa memberi katalis positif terhadap pertumbuhan ekonomi yang lebih baik lagi.

"Di negara kita banyak hal yang bersifat inefisiensi atau kurang efisien dari sisi transportasi, logistik, pembayaran, dunia finansial dan sebagainya. Hal-hal ini tentunya menimbulkan tantangan yang unik di Indonesia," kata Country Managing Director Red Hat Indonesia Rully Moulany, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Kamis, 22 November 2018.

Menurut dia kalau orang yang memiliki jiwa entrepreneur setiap kali melihat inefisiensi mereka menganggapnya sebagai peluang atau peluang bagaimana teknologi bisa memecahkan masalah sehingga apa yang kurang efisien menjadi lebih efisien.

"Maka dari itu peluang fintech sangat luas sekali di Indonesia," kata Rully.

Ia menjelaskan banyaknya inefisiensi di Indonesia ibaratnya seperti masalah yang menunggu untuk dipecahkan, tinggal masalah waktu saja, dan siapa yang memiliki keberanian guna berinvestasi, kecerdasan dan keinginan untuk memecahkan masalah tersebut.

Menurutnya ini terlihat dari banyaknya warga Indonesia yang belum tersentuh layanan finansial apakah karena kendala lokasi, ketidakmampuan, atau kurang percaya diri.   

"Aspek inklusi atau keterbukaan ini yang saya yakin membuat banyak startup untuk mencoba memecahkan masalah tersebut, dan didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di mana fintech dibutuhkan inklusi finansial. Inklusi finansial ini lah yang nantinya menggerakkan perekonomian Indonesia," pungkasnya.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id