Kemiskinan. MI/Erlangga.
Kemiskinan. MI/Erlangga.

Kemiskinan Turun Lantaran Harga Sembako Stabil

Ekonomi kemiskinan harga sembako
Ilham wibowo • 15 Januari 2019 19:16
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan tingkat kemiskinan Indonesia periode Maret-September 2018 dipengaruhi stabilitas harga sembako. Persentase nasional penduduk miskin berubah menjadi 9,66 persen, turun 0,46 persen poin terhadap September 2017.
 
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan secara nasional harga eceran beberapa komoditas pokok antara lain beras, daging sapi, minyak goreng, dan gula pasir turun. Turunya sebagai berikut: beras turun 3,28 persen, daging sapi turun 0,74 persen, minyak goreng turun 0,92 persen, dan gula pasir turun 1,48 persen.
 
"Selama periode Maret 2018-September 2018 besarnya inflasi umum cukup rendah yaitu sebesar 0,94 persen," ujar Suhariyanto di gedung BPS, Jakarta, Selasa, 15 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Upah buruh tani juga turut mempengaruhi tingkat penurunan kemiskinan. Nominal rata-rata upah buruh tani per hari pada September 2018 naik sebesar 2,07 persen dibanding Maret 2018 dari Rp51.598 menjadi Rp52.665.
 
"Secara riil upah buruh tani per hari pada September 2018 naik sebesar 1,60 persen dibanding Maret 2018, yaitu dari Rp37.602. menjadi Rp38.205," ungkapnya.
 
Tak hanya itu faktor lainnya juga dipengaruhi Nilai Tukar Petani (NTP). Pada September 2018 jumlahnya naik sebesar 1,21 persen dibanding Maret 2018 yaitu dari 101,94 menjadi 103,17.
 
Rata-rata pengeluaran per kapita per bulan untuk penduduk yang berada di 40 persen lapisan terbawah selama periode Maret 2018-September 2018 juga tumbuh 3,55 persen. Nilai itu lebih tinggi dibandingkan kenaikan Garis Kemiskinan pada periode yang sama sebesar 2,36 persen.
 
Menurut desil pengeluaran per kapita per bulan, rata-rata pengeluaran per kapita pada desil 1 sampai dengan desil 4 selama periode Maret 2018-September 2018 mengalami peningkatan berturut-turut adalah 3,17 persen; 3,40 persen; 3,46 persen; dan 3,93 persen.
 
"Kesemuanya menunjukkan angka yang lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan Garis Kemiskinan pada periode sama," pungkasnya.

 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi