Kelanjutan Impor Beras Masih Menunggu Rakortas
Beras. MI/BENNY BASTIANDY.
Jakarta: Peluang pemerintah membuka keran impor beras bisa berlanjut hingga akhir tahun. Pasalnya kemungkinan penambahan volume impor beras masih akan di bahas di rapat koordinasi terbatas Kementerian Koordinator bidang Perekonomian.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menuturkan izin impor beras selama ini dikeluarkan Kementerian Perdagangan berdasarkan hasil keputusan rakortas. Rapat tersebut melibatkan Kemenko bidang Perekonomian, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan Perum Bulog.

"Izin kemarin itu bukan dari Kemendag tapi atas perintah rakortas dimana terlibat semua pihak," ujar Oke saat ditemui di Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jakarta, Kamis 28 Juni 2018.

Saat ini Kemendag masih menunggu undangan rakortas terkait volume impor beras yang dianggap belum cukup untuk menunjang persiapan cadangan beras pada musim paceklik tahun depan. Total kuota impor beras tahun ini mencapai 1 juta ton pada periode semester pertama.

"(Penambahan impor beras -red) belum di rakortaskan lagi. Setelah nanti pasti diundang rakor oleh kemenko perekonomian," tutur dia.

Terkait jatah impor beras 500 ribu ton yang diberikan kepada Perum Badan Urusan Logistik (Bulog), kata Oke diberikan batas waktu hingga akhir 2018.

"Kita kan beri izin sampai akhir 2018 jadi persetujuan impornyakan jadi ya terserah bulog kapan pun," pungkas dia.

Adapun  Bulog diberikan kebebasan mengambil beras dari Vietnam, Myanmar, Thailand, Kamboja, Pakistan, India untuk kemudian diserap seluruhnya atau hanya sebagian.
Sebelumnya pemerintah telah membuka keran beras impor sebanyak 500 ribu ton pada awal 2018 demi meredam gejolak harga di pasaran.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id