Illustrasi. Dok : AFP.
Illustrasi. Dok : AFP.

BI: Penyaluran Pinjaman Tekfin Tumbuh 274%

Ekonomi bank indonesia fintech
Husen Miftahudin • 23 Juli 2019 22:53
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran pinjaman dari teknologi finansial (tekfin) hingga Juni 2019 mencapai Rp8,3 triliun. Angka tersebut tumbuh sebanyak 274,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
 
"Fintech ini baru Rp8,3 triliun, tapi fintech ini kan pinjamannya hanya yang jangka pendek, sebulan dua bulan kasih jatuh temponya. Tapi kalau dilihat ini tumbuhnya sampai 274 persen (yoy)," kata Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityasawara di kantor pusat Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 23 Juli 2019.
 
Menurut Mirza, tingginya pertumbuhan penyaluran pinjaman tekfin menyumbang besar terhadap pertumbuhan ekonomi domestik. Meski secara jumlah, tekfin masih kalah jauh ketimbang penyaluran pembiayaan dari bank umum yang mencapai sebanyak Rp5.228 triliun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mirza menambahkan tingginya pertumbuhan penyaluran pembiayaan melalui tekfin juga menandakan masih banyaknya masyarakat yang membutuhkan kredit. Sayangnya, hal ini belum terjangkau oleh sistem perbankan. Hal ini juga dapat dilihat dari semakin banyaknya peminjam atau debitur.
 
"Followers fintech juga makin banyak. Maret 2018 itu 1,32 juta sekarang di Maret 2019 ada 1,7 juta debiturnya. Padahal bunganya tinggi. Artinya, masih banyak masyarakat yang sebenarnya butuh pendanaan, baik pendanaan untuk UMKM atau konsumer," jelasnya.
 
Sementara itu, pendanaan Utang Luar Negeri (ULN) per Juni 2019 mencapai Rp2.133 triliun. Angka ini meningkat 10,5 persen secara tahun ke tahun atau year on year (yoy). Adapun pembiayaan tertinggi di Juni 2019 dipegang oleh kredit bank umum sebanyak Rp5.288 triliun. Angka ini tumbuh 10,05 persen (yoy).
 
"Kredit BPR di Juni 2019 mencapai Rp105 triliun, tumbuh 10,84 persen (yoy). Kemudian IKNB Rp698 triliun tumbuh 9,28 persen (yoy), dan pasar modal mencapai Rp922 triliun atau tumbuh 8,09 persen (yoy)," pungkas Mirza.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif