Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Foto : Medcom/Ayu.
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Foto : Medcom/Ayu.

Menhub Hargai Keputusan Sriwijaya Air 'Berpisah' dengan Garuda Indonesia

Ekonomi garuda indonesia
Suci Sedya Utami • 11 November 2019 21:10
Jakarta: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menghormati keputusan maskapai Sriwijaya Air yang memutuskan untuk tidak meneruskan kerja sama manajemen dengan Garuda Indonesia. Budi mengatakan Sriwijaya memiliki hak untuk memutuskan pengelolaan maskapainya sendiri.
 
"Dia sendiri punya hak untuk mengelola, kita hargai sebagai korporasi untuk mengelola," kata Budi ditemui di Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta Pusat, Senin, 11 November 2019.
 
Budi juga meminta agar Sriwijaya menjaga kualitas operasional penerbangan terutama dari sisi keselamatan. Budi bilang pihaknya sudah rapat dengan Sriwijaya untuk menyampaikan hal tersebut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan Dirjen Perhubungan Udara terkait syarat-syarat yang dibutuhkan untuk operasional mereka bisa lakukan. Dan kami akan mengawasi setiap bandara-bandara di mana mereka terbang," jelas Budi.
 
Sebelumnya, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta Garuda dan Sriwijaya tetap melanjutkan kerja sama manajemen untuk tiga bulan ke depan. Di lain sisi, juga disepakati untuk dilakukan audit terhadap kerja sama tersebut termasuk terkait utang Sriwijaya Air Group. Nantinya audit akan melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
 
"Audit sudah mulai jalan, kita harapkan audit itu akan keluar hasilnya mungkin dalam semunggu atau sepuluh hari ke depan," tutur Luhut.
 
Namun sehari setelahnya, Kuasa Hukum dan Shareholder Sriwijaya mengatakan pihaknya sedang menyiapkan langkah untuk mengakhiri kerjasama manajemen dengan Garuda Indonesia Grup.
 
Langkah tersebut diambil karena adanya intruksi mendadak dari Garuda Indonesia Grup kepada semua anak perusahaannya (GMF, Gapura Angkasa dan Aerowisata) untuk memberikan pelayanan kepada Sriwijaya dengan cara pembayaran cash dimuka Kamis kemarin. Kalau tidak bayar cash dimuka diperintahkan agar tidak memberikan pelayanan service dan maintenance apapun kepada Sriwijaya.
 
Sriwijaya menolak perubahan sistem pembayaran yang tidak fair ini dan menganggap Garuda Indonesia Group sengaja ingin melumpuhkan Sriwijaya. Akibat instruksi mendadak itu, terjadi kekacauan pada sebagian besar penerbangan Sriwijaya hari Kamis lalu karena terhentinya pelayanan oleh anak usaha Garuda Indonesia Group.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif