Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. FOTO: MI/PIUS ERLANGGA
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. FOTO: MI/PIUS ERLANGGA

Luhut Tawarkan Produsen Fiberglass Tiongkok Investasi di Indonesia

Ekonomi pertumbuhan ekonomi investasi ekonomi indonesia
Antara • 06 Desember 2019 11:30
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berkunjung ke Kantor Pusat Zhenshi Holding Group di Kota Tongxiang, Tiongkok, dan menawarkan produsen fiberglass terbesar dunia itu untuk berinvestasi di Indonesia. Luhut diterima langsung pendiri Zhenshi, Zhang Yuqiang.
 
Dalam kesempatan itu, Luhut menawarkan investasi di bidang energi hijau seperti pembangkit listrik tenaga air di Kalimantan atau Papua. "Mengapa energi hijau sangat penting untuk saat ini? Karena gaya hidup ini lah yang menjadi pilihan banyak masyarakat dunia saat ini," kata Luhut, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 6 Desember 2019.
 
"Investor dari Jepang dan Eropa sudah menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di hydropower ini," tambah Luhut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Zhang, yang juga berbisnis di bidang lain seperti perhotelan, rumah sakit, mineral, logistik perumahan dan lainnya mengatakan ia memang sedang mempertimbangkan untuk berinvestasi di Indonesia.
 
"Kami akan bantu secara maksimal. Tetapi satu hal, jika bantuan yang Anda minta dari kami akan membuat kami merusak alam, kami tidak bisa membantu. Karena tetap menjaga kelestarian alam adalah komitmen kami," kata Luhut.
 
Selain berkunjung ke kantor pusat produsen fiberglass, Luhut juga menjadi pembicara pada Konferensi Internasional Huayou yang keempat di Kota Tongxiang, Provinsi Zhejiang, Tiongkok pada hari yang sama.
 
Ia menjelaskan syarat investasi yang harus dipenuhi, yaitu penggunaan teknologi mutakhir, melakukan transfer teknologi, melakukan investasi hulu ke hilir hingga dapat memberi nilai tambah, serta kerja sama business to business. Khusus soal transfer teknologi, Luhut menyebutnya sebagai investasi jangka panjang perusahaan.
 
"Jika Anda membangun sarana pendidikan atau membantu pendidikan masyarakat sekitar, mereka akan terus mengingat jasa Anda selamanya. Anda tidak akan pernah tahu, tapi mungkin saja di masa depan mereka lah yang akan membantu Anda," ujarnya.
 
Dengan demikian, tidak ada ruginya bagi perusahaan untuk berbagi pengetahuan tentang teknologi. "Teknologi terus berkembang, apa yang Anda miliki sekarang mungkin besok akan tergantikan oleh teknologi yang lebih baru," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif